Ada dua hal menarik yang sedang dibahas dalam pengembangan #Cardano .

Pertama, upaya menambahkan dukungan untuk teknologi tanda tangan digital yang dirancang menghadapi ancaman komputasi kuantum. Kedua, pembahasan mengenai standar teknis bersama untuk stablecoin.

Sekilas, keduanya terdengar seperti langkah besar bagi ekosistem Cardano. Dan memang, arahnya cukup menarik untuk diperhatikan.

Tapi setelah melihat proposal yang menjadi dasar pemberitaan ini, ada beberapa hal yang menurut saya perlu diluruskan.

Mari mulai dari isu quantum security.

Melalui PR1300, Cardano sedang mengusulkan penambahan kemampuan verifikasi tanda tangan menggunakan ML-DSA dan SLH-DSA ke dalam lingkungan Plutus.

Sederhananya, ini berkaitan dengan kemampuan jaringan untuk memeriksa tanda tangan digital yang menggunakan algoritma post-quantum. Teknologi seperti ini semakin relevan ketika industri mulai mempersiapkan diri menghadapi potensi ancaman komputasi kuantum di masa depan.

Namun, jangan langsung mengartikan langkah ini sebagai tanda bahwa seluruh jaringan Cardano sudah aman dari ancaman kuantum.

Ada perbedaan antara menyediakan fungsi untuk memverifikasi tanda tangan dan mengubah seluruh sistem agar menggunakan skema kriptografi post-quantum. Urusan wallet, pengelolaan private key, hingga migrasi aset merupakan persoalan lain yang juga harus diperhatikan.

Jadi, ini adalah salah satu bagian dari persiapan keamanan jangka panjang, bukan jaminan keamanan menyeluruh.

Hal serupa juga perlu kita lihat dalam pembahasan stablecoin.

PR1266 berangkat dari kebutuhan untuk memiliki standar teknis bersama bagi stablecoin yang beroperasi dalam lingkungan yang diatur secara regulasi.

Gagasan dasarnya cukup masuk akal. Ketika ekosistem stablecoin berkembang, dibutuhkan kesamaan persyaratan agar para penerbit memiliki acuan yang lebih jelas.

Namun, pembahasan mengenai standar bukan berarti standar tersebut sudah ditetapkan. Apalagi jika kemudian disimpulkan bahwa seluruh stablecoin akan langsung kompatibel atau sudah mendapatkan persetujuan regulasi.

Semua itu masih membutuhkan proses tersendiri.

Lalu, sebenarnya kedua proposal ini sudah sampai di tahap mana ?

Ini bagian yang sering luput ketika sebuah perkembangan teknologi mulai ramai diberitakan.

PR1300 dan PR1266 masih berstatus Open dalam repository yang ditinjau. Artinya, keduanya masih berada dalam proses pembahasan, bukan bukti bahwa fitur yang diusulkan sudah tersedia dan dapat digunakan di mainnet.

Kita perlu membedakan antara ide yang diajukan, spesifikasi yang disepakati, kode yang sudah diimplementasikan, hingga fitur yang benar-benar dirilis untuk pengguna.

Jangan melompati tahapan tersebut hanya karena sebuah proposal terdengar menjanjikan.

Ada juga konteks waktu yang perlu diperhatikan. PR1266 tercatat sejak 10 September, sementara diskusi PR1300 dimulai pada 15 Oktober. Keduanya kemudian kembali diangkat dalam rangkuman yang dipublikasikan pada 1 November.

Dengan kata lain, publikasi terbaru tidak otomatis berarti proposal tersebut baru dibuat atau sudah mengalami kemajuan besar.

Dalam peninjauan ini, saya juga belum menemukan bukti yang cukup untuk memastikan adanya audit kode, persetujuan final, maupun deployment mainnet dari kedua proposal tersebut.


My Take

Menurut saya, kedua perkembangan ini tetap layak diperhatikan.

Persiapan menghadapi ancaman komputasi kuantum merupakan bagian penting dari keamanan blockchain dalam jangka panjang. Sementara itu, standardisasi stablecoin berpotensi membantu membangun infrastruktur yang lebih terstruktur bagi ekosistem Cardano. Tetapi, saya lebih memilih melihat apa yang benar-benar sudah dikerjakan daripada terlalu cepat menarik kesimpulan dari sebuah headline.

Cardano sedang membahas dan mengusulkan sejumlah pengembangan yang relevan. Itu sendiri sudah menarik untuk dipantau. Namun, mengatakan Cardano sudah quantum-safe atau memiliki standar stablecoin universal saat ini adalah kesimpulan yang terlalu jauh dari bukti yang tersedia.

Pada akhirnya, perkembangan sebuah protokol tidak cukup dinilai dari apa yang ingin dibangun, tetapi juga dari apa yang berhasil direalisasikan.

Keep an eye on the progress, not just the narrative.