Kontrak perpetual saham—kali ini benar-benar mendapat lampu hijau dari CFTC.
Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas Amerika Serikat (CFTC) telah memberi lampu hijau untuk kontrak perpetual saham, sehingga bursa AS dapat meluncurkan produk perpetual yang mengikuti saham. Menurut Cointelegraph, Ketua CFTC Michael Selig mengatakan bahwa kontrak ini dianggap telah disetujui berdasarkan CFTC Regulation 40.3 dan dapat ditawarkan di bursa yang terdaftar di CFTC sekaligus SEC untuk memperdagangkan produk berjangka sekuritas. Kontrak perpetual tidak memiliki tanggal kedaluwarsa dan menggunakan tingkat pendanaan untuk menjaga harga tetap terpatok, sehingga lebih sesuai dengan kebiasaan perdagangan investor ritel dan market maker dibandingkan kontrak berjangka tradisional.
Artinya bagi trader, ini merupakan nilai tambah bagi sektor secara keseluruhan, bukan katalis positif jangka pendek untuk token tertentu: cakupan lini produk perpetual meluas dari mata uang kripto ke saham, membuka peluang lebih besar bagi platform perdagangan terkait dan infrastruktur derivatif. Namun, produk ini masih berada di tengah sengketa hukum. Jadwal peluncuran, aset yang dapat diperdagangkan, dan aturan margin bergantung pada persetujuan selanjutnya.
Skenario satu: jika daftar aset yang benar-benar diperdagangkan mulai terealisasi secara bertahap, kapasitas infrastruktur derivatif untuk mengakomodasinya akan dinilai ulang. Skenario dua: jika sengketa hukum memperlambat proses, dalam jangka pendek hal ini lebih tepat dipandang sebagai katalis sentimen sektor. Mana yang lebih Anda perhatikan: daftar aset yang akan diperdagangkan atau mekanisme tingkat pendanaan?
Gambar 1: CFTC memberi lampu hijau untuk kontrak perpetual saham; bursa AS dapat meluncurkan perdagangan · Gambar dari laporan sumber
Sumber gambar: https://cointelegraph.com/news/cftc-equity-perpetual-futures-trading-us-exchanges?utm_source=rss_feed&utm_medium=rss&utm_campaign=rss_partner_inbound
Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas Amerika Serikat (CFTC) telah memberi lampu hijau untuk kontrak perpetual saham, sehingga bursa AS dapat meluncurkan produk perpetual yang mengikuti saham. Menurut Cointelegraph, Ketua CFTC Michael Selig mengatakan bahwa kontrak ini dianggap telah disetujui berdasarkan CFTC Regulation 40.3 dan dapat ditawarkan di bursa yang terdaftar di CFTC sekaligus SEC untuk memperdagangkan produk berjangka sekuritas. Kontrak perpetual tidak memiliki tanggal kedaluwarsa dan menggunakan tingkat pendanaan untuk menjaga harga tetap terpatok, sehingga lebih sesuai dengan kebiasaan perdagangan investor ritel dan market maker dibandingkan kontrak berjangka tradisional.
Artinya bagi trader, ini merupakan nilai tambah bagi sektor secara keseluruhan, bukan katalis positif jangka pendek untuk token tertentu: cakupan lini produk perpetual meluas dari mata uang kripto ke saham, membuka peluang lebih besar bagi platform perdagangan terkait dan infrastruktur derivatif. Namun, produk ini masih berada di tengah sengketa hukum. Jadwal peluncuran, aset yang dapat diperdagangkan, dan aturan margin bergantung pada persetujuan selanjutnya.
Skenario satu: jika daftar aset yang benar-benar diperdagangkan mulai terealisasi secara bertahap, kapasitas infrastruktur derivatif untuk mengakomodasinya akan dinilai ulang. Skenario dua: jika sengketa hukum memperlambat proses, dalam jangka pendek hal ini lebih tepat dipandang sebagai katalis sentimen sektor. Mana yang lebih Anda perhatikan: daftar aset yang akan diperdagangkan atau mekanisme tingkat pendanaan?
Gambar 1: CFTC memberi lampu hijau untuk kontrak perpetual saham; bursa AS dapat meluncurkan perdagangan · Gambar dari laporan sumber
Sumber gambar: https://cointelegraph.com/news/cftc-equity-perpetual-futures-trading-us-exchanges?utm_source=rss_feed&utm_medium=rss&utm_campaign=rss_partner_inbound
