🚨 Korea Selatan Berencana Memperkuat Kepemimpinan Keamanan Siber Setelah Peretasan Binance Senilai $6,3 Miliar

Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung menyerukan pembentukan badan keamanan siber nasional yang kuat menyusul peretasan Binance besar-besaran senilai $6,3 miliar.

Dalam rapat kabinet pada 3 November, Lee mendesak para pejabat untuk mempertimbangkan penunjukan seorang “koordinator utama” keamanan siber yang dapat mengoordinasikan upaya keamanan di seluruh lembaga pemerintah dan perusahaan swasta.

🔐 Langkah Keamanan Siber yang Lebih Kuat

Lee memperingatkan bahwa kecerdasan buatan membuat serangan siber semakin canggih dan sulit dideteksi. Ia menyerukan pencegahan yang lebih baik, deteksi ancaman yang lebih cepat, serta perlindungan yang lebih kuat terhadap infrastruktur penting.

Badan Intelijen Nasional Korea Selatan juga telah meluncurkan inspeksi keamanan darurat yang mencakup lebih dari 2.100 kementerian pemerintah, pemerintah daerah, dan lembaga publik.

🌐 Peretasan Binance Picu Kekhawatiran Global

Serangan terhadap Binance pada 29 Oktober meningkatkan kekhawatiran tentang keamanan siber di seluruh industri mata uang kripto. FBI menyatakan bahwa Korea Utara berada di balik insiden tersebut, sementara Pyongyang menyangkal keterlibatan.

Kesimpulan: Usulan Korea Selatan menyoroti meningkatnya kekhawatiran tentang ancaman siber dan perlunya perlindungan yang lebih kuat bagi sistem keuangan dan aset digital.