đ¨ Justin Sun Mengambil Tindakan Hukum terhadap World Liberty Financial yang Terkait dengan Trump atas Hubungannya dengan UEA
Pendiri Tron, Justin Sun, meningkatkan perjuangan hukumnya melawan World Liberty Financial (WLFI), dengan meminta pengadilan menjatuhkan sanksi terhadap proyek kripto yang terkait dengan Trump itu beserta para pengacaranya, terkait dugaan hubungan dengan Uni Emirat Arab (UEA) yang tidak diungkapkan.
Menurut CoinDesk, Sun mengklaim bahwa perusahaan tersebut mengungkapkan keterkaitan kepemilikannya dengan UEA beberapa bulan setelah gugatan senilai $45 juta yang diajukannya.
âď¸ Sengketa Pengungkapan Kepemilikan
Dalam dokumen pengadilan, World Liberty awalnya mencantumkan Florida sebagai satu-satunya wilayah kewarganegaraannya. Namun, pengungkapan yang diperbarui dilaporkan mengidentifikasi 22 entitas di Florida, Delaware, Puerto Rico, dan UEA.
Sun berpendapat bahwa keterlambatan pengungkapan tersebut dapat memengaruhi kewenangan pengadilan federal untuk menangani kasusnya.
đ° Sengketa Investasi WLFI Senilai $45 Juta
Awalnya, Sun menginvestasikan $30 juta dalam token WLFI sebelum meningkatkan total investasinya menjadi $45 juta. Ia menuduh bahwa World Liberty secara tidak sah membekukan sekitar 4 miliar token dan membatasi kemampuannya untuk mentransfer token tersebut.
đĽ Apa Selanjutnya?
Sun telah meminta pengadilan untuk meminta pertanggungjawaban perusahaan dan para pengacaranya. Ia juga berencana mengajukan kembali gugatannya di pengadilan negara bagian California setelah permintaan sanksi tersebut diputuskan.
Kesimpulan: Sengketa ini memunculkan kembali pertanyaan tentang transparansi perusahaan, hak pemegang token, dan pengungkapan kepemilikan di industri mata uang kripto. Tuduhan tersebut masih diperselisihkan, dan belum ada putusan pengadilan yang menyatakan bahwa penyembunyian dilakukan secara sengaja.
Pendiri Tron, Justin Sun, meningkatkan perjuangan hukumnya melawan World Liberty Financial (WLFI), dengan meminta pengadilan menjatuhkan sanksi terhadap proyek kripto yang terkait dengan Trump itu beserta para pengacaranya, terkait dugaan hubungan dengan Uni Emirat Arab (UEA) yang tidak diungkapkan.
Menurut CoinDesk, Sun mengklaim bahwa perusahaan tersebut mengungkapkan keterkaitan kepemilikannya dengan UEA beberapa bulan setelah gugatan senilai $45 juta yang diajukannya.
âď¸ Sengketa Pengungkapan Kepemilikan
Dalam dokumen pengadilan, World Liberty awalnya mencantumkan Florida sebagai satu-satunya wilayah kewarganegaraannya. Namun, pengungkapan yang diperbarui dilaporkan mengidentifikasi 22 entitas di Florida, Delaware, Puerto Rico, dan UEA.
Sun berpendapat bahwa keterlambatan pengungkapan tersebut dapat memengaruhi kewenangan pengadilan federal untuk menangani kasusnya.
đ° Sengketa Investasi WLFI Senilai $45 Juta
Awalnya, Sun menginvestasikan $30 juta dalam token WLFI sebelum meningkatkan total investasinya menjadi $45 juta. Ia menuduh bahwa World Liberty secara tidak sah membekukan sekitar 4 miliar token dan membatasi kemampuannya untuk mentransfer token tersebut.
đĽ Apa Selanjutnya?
Sun telah meminta pengadilan untuk meminta pertanggungjawaban perusahaan dan para pengacaranya. Ia juga berencana mengajukan kembali gugatannya di pengadilan negara bagian California setelah permintaan sanksi tersebut diputuskan.
Kesimpulan: Sengketa ini memunculkan kembali pertanyaan tentang transparansi perusahaan, hak pemegang token, dan pengungkapan kepemilikan di industri mata uang kripto. Tuduhan tersebut masih diperselisihkan, dan belum ada putusan pengadilan yang menyatakan bahwa penyembunyian dilakukan secara sengaja.
