
Ripple memperluas jangkauan XRP Ledger (XRPL) ke ranah pembayaran digital melalui kemitraan dengan Privy, penyedia dompet tertanam yang dimiliki Stripe.
Diumumkan pada Selasa, integrasi ini akan memungkinkan pengembang membangun aplikasi yang mendukung XRP, stablecoin RLUSD milik Ripple, serta aset digital lainnya tanpa mengharuskan pengguna mengelola dompet mata uang kripto secara mandiri.
Kemitraan ini terutama dapat memudahkan perusahaan fintech mengintegrasikan pembayaran berbasis blockchain ke dalam produk mereka, yang berpotensi memperluas eksposur XRP ke ekosistem pembayaran Stripe. Stripe melaporkan volume pembayaran sebesar $1,9 triliun sepanjang 2025, naik 34% dibandingkan tahun sebelumnya, menurut pembaruan tahunannya.
Namun, penting untuk dicatat bahwa integrasi ini bukan berarti Stripe akan memproses pembayaran dalam XRP. Meski demikian, integrasi ini dapat memperluas jangkauan aset tersebut dengan mempermudah pengembangan aplikasi berbasis XRPL. Berdasarkan perjanjian ini, pengembang dapat membuat dompet, menandatangani transaksi, dan membangun layanan menggunakan XRP, RLUSD, serta aset lain yang didukung.
Privy menyediakan perangkat dompet siap pakai yang dapat diintegrasikan oleh bisnis ke dalam aplikasi mereka, sekaligus memungkinkan pengguna mengekspor kunci privat dan frasa pemulihan mereka.
“Privy menghadirkan infrastruktur dompet teruji yang mempermudah perusahaan fintech dan pengembang menghadirkan XRPL ke dalam produk nyata, mulai dari pembayaran dan pengalaman stablecoin hingga bentuk baru perdagangan yang dijalankan oleh agen.” ujar Markus Infanger, wakil presiden senior RippleX di Ripple.
Perusahaan-perusahaan tersebut juga berencana memperkenalkan kontrol kebijakan dan sponsor biaya gas, sehingga pengembang memiliki kendali lebih besar atas transaksi sekaligus menyederhanakan proses pembayaran bagi pengguna.
Fitur-fitur ini dapat mendukung perdagangan yang dijalankan oleh agen, yakni saat agen kecerdasan buatan melakukan pembayaran untuk membeli layanan digital atau menyelesaikan tugas. Dompet sisi server Privy memungkinkan agen-agen ini menyimpan dan mentransfer dana, sementara dukungan untuk pembayaran native internet (pembayaran x402) dapat memungkinkan transaksi otomatis antar layanan online.
Bagi bisnis yang memilih menghindari volatilitas harga mata uang kripto, integrasi ini juga mendukung RLUSD, stablecoin Ripple yang dipatok ke dolar. Ini dapat memungkinkan pengembang membangun aplikasi pembayaran menggunakan aset digital bernilai stabil, alih-alih hanya mengandalkan XRP.
Langkah Ripple ini dilakukan ketika jaringan blockchain pesaing menjalin kemitraan dengan penyedia layanan keuangan mapan. Baru bulan lalu, Cardano Foundation bergabung dengan Program Mitra Kripto Mastercard untuk menjajaki penerapan blockchain di bidang pembayaran dan layanan keuangan.
Cardano juga mengupayakan likuiditas stablecoin melalui USDCx dan dukungan aset institusional melalui Fireblocks, sementara partisipasinya dalam ekosistem x402 menyasar pembayaran otomatis yang melibatkan agen AI.
Sementara itu, Ripple memperluas kemitraan pembayarannya melalui kolaborasi dengan Chipper Cash pada Maret 2025 untuk mendukung pembayaran lintas negara berbasis kripto ke Afrika. Pada November 2025, Ripple, Mastercard, WebBank, dan Gemini mengumumkan kolaborasi untuk menjajaki penyelesaian transaksi kartu kredit Gemini menggunakan RLUSD.