Seorang miliarder dengan kekayaan puluhan miliar dolar menghabiskan lebih dari sepuluh tahun berseteru dengan pemerintah California demi menutup satu-satunya jalan menuju pantai.
Namanya Vinod Khosla, salah satu pendiri Sun Microsystems dan taipan modal ventura terkenal di Silicon Valley.
Pada 2008, ia membeli sebuah properti tepi pantai di Half Moon Bay, sebelah selatan San Francisco, seharga 32,5 juta dolar.
Properti itu punya keistimewaan tersendiri.
Satu-satunya jalan masuk dan keluar menuju Pantai Martins, tempat favorit para peselancar setempat, berada di dalam properti itu.
Pemilik sebelumnya selalu membiarkan gerbang terbuka dan memungut biaya parkir beberapa dolar, sehingga siapa pun bisa masuk untuk berselancar.
Setelah mengambil alih properti itu, Khosla merasa terganggu oleh kebisingan pengunjung dari luar.
Petugas keamanan langsung mengunci gerbang besar menuju pantai dengan rantai besi tebal.
Di depan gerbang juga dipasang papan bertuliskan bahwa masyarakat umum dilarang masuk.
Masalahnya, ini California.
Undang-Undang Pesisir California menetapkan bahwa semua pantai di negara bagian itu merupakan sumber daya publik. Orang kaya pun tak boleh memagari pantai seolah-olah itu halaman belakang rumah mereka sendiri.
Komisi Pesisir California memperingatkannya:
Jika gerbang tidak dibuka, ia akan didenda 11.000 dolar per hari.
Khosla tak berniat mengalah.
Ia menghabiskan puluhan juta dolar untuk menyewa tim pengacara konstitusi terbaik di Amerika, lalu menggugat pemerintah California dan asosiasi peselancar.
Kasusnya naik banding dari pengadilan tingkat lokal hingga ke Mahkamah Agung Amerika Serikat.
Pokok argumennya tak pernah berubah: hak milik pribadi lebih penting daripada hak publik untuk berselancar.
Begitulah, satu jalan kecil di tepi pantai berubah menjadi pertarungan tarik-ulur yang berlangsung lebih dari sepuluh tahun.
Namanya Vinod Khosla, salah satu pendiri Sun Microsystems dan taipan modal ventura terkenal di Silicon Valley.
Pada 2008, ia membeli sebuah properti tepi pantai di Half Moon Bay, sebelah selatan San Francisco, seharga 32,5 juta dolar.
Properti itu punya keistimewaan tersendiri.
Satu-satunya jalan masuk dan keluar menuju Pantai Martins, tempat favorit para peselancar setempat, berada di dalam properti itu.
Pemilik sebelumnya selalu membiarkan gerbang terbuka dan memungut biaya parkir beberapa dolar, sehingga siapa pun bisa masuk untuk berselancar.
Setelah mengambil alih properti itu, Khosla merasa terganggu oleh kebisingan pengunjung dari luar.
Petugas keamanan langsung mengunci gerbang besar menuju pantai dengan rantai besi tebal.
Di depan gerbang juga dipasang papan bertuliskan bahwa masyarakat umum dilarang masuk.
Masalahnya, ini California.
Undang-Undang Pesisir California menetapkan bahwa semua pantai di negara bagian itu merupakan sumber daya publik. Orang kaya pun tak boleh memagari pantai seolah-olah itu halaman belakang rumah mereka sendiri.
Komisi Pesisir California memperingatkannya:
Jika gerbang tidak dibuka, ia akan didenda 11.000 dolar per hari.
Khosla tak berniat mengalah.
Ia menghabiskan puluhan juta dolar untuk menyewa tim pengacara konstitusi terbaik di Amerika, lalu menggugat pemerintah California dan asosiasi peselancar.
Kasusnya naik banding dari pengadilan tingkat lokal hingga ke Mahkamah Agung Amerika Serikat.
Pokok argumennya tak pernah berubah: hak milik pribadi lebih penting daripada hak publik untuk berselancar.
Begitulah, satu jalan kecil di tepi pantai berubah menjadi pertarungan tarik-ulur yang berlangsung lebih dari sepuluh tahun.

