【Bagaimana membentuk klub buku berdasarkan minat?】
Seorang pengelola klub buku pernah mengorganisasi klub buku yang telah berdiri hampir tiga tahun dan memiliki sekitar 190 anggota.
Tema: “Mengenal dunia ini sedikit lebih banyak.”
Slogan: Jangan pikirkan urusan tak berujung di luar diri; nikmati saja buku-buku menarik di hadapanmu.
Awalnya, klub ini hanya berawal dari minat pribadi. Seiring waktu, semakin banyak orang yang bergabung. Klub ini kemudian mendapat sponsor dari perusahaan dan resmi menjadi bagian dari perusahaan.
Berikut pengalaman pengelola tersebut. Semoga bisa memberi sedikit inspirasi bagi kalian.
Pertama, pikirkan baik-baik tujuanmu melakukan ini, terutama apa artinya bagimu secara pribadi.
Apakah untuk mendorong diri sendiri agar membaca secara rutin, melatih kemampuan berorganisasi dan berkomunikasi serta berkenalan dengan orang-orang hebat, atau sekadar tuntutan pekerjaan (misalnya, menyelesaikan tugas sebagai HR. Namun, menurut saya, akan sulit bertahan jika kita sendiri tidak berniat melakukannya).
Tujuan ini akan menjadi alasan awal yang membuatmu terus melangkah saat menghadapi berbagai masalah kelak.
Jika dimulai dari minat pribadi, perhatikan dua prinsip berikut:
1. Temukan anggota inti. Mereka bisa jadi teman dekatmu atau orang lain yang suka membaca.
Sampaikan gagasanmu kepada mereka, serta jelaskan cara kerja klub buku ini.
Mereka akan bersedia terus ikut, sekalipun kegiatan-kegiatan awal belum berjalan dengan ideal.
Mungkin karena dirimu, karena rencana ini terdengar menarik, atau karena klub buku bisa mendorong mereka menyelesaikan satu buku setiap bulan.
2. Berapa pun jumlah peserta yang hadir, selama buku tersebut selesai dibaca dan acara diskusi buku berhasil diselenggarakan, kegiatan bulan itu sudah bisa dianggap sukses.
Ingat kembali alasan awalmu membentuk klub buku, dan terus tunjukkan manfaatnya.
Ini hal yang luar biasa, bukan?
Bagian Pertama: Pembentukan Klub Buku
1. Temukan anggota inti dan adakan kegiatan pertama.
2. Kegiatan bisa dilakukan dengan dua cara: pertama, setiap orang berbagi buku terbaik yang pernah mereka baca; kedua, tentukan satu buku untuk dibaca bersama, lalu diskusikan buku tersebut saat kegiatan.
Kegiatan pertama menggunakan cara yang pertama, tetapi interaksi dan diskusinya kurang memuaskan. Setelah itu, formatnya diubah menjadi membaca satu buku bersama, dan hasilnya sangat baik.
3. Di akhir kegiatan, diskusikan bagian mana dari alur dan format acara yang bisa diperbaiki, lalu ambil foto sebagai kenang-kenangan.
Bagian Kedua: Alur Kegiatan Setelah Klub Mulai Berkembang
(一)Persiapan
1. Setiap anggota baru klub buku harus merekomendasikan dua buku favorit yang pernah mereka baca;
2. Tentukan moderator untuk kegiatan berikutnya. Biasanya dipilih saat kegiatan sebelumnya berakhir;
3. Setiap orang di grup merekomendasikan buku, lalu lakukan pemungutan suara untuk memilih tema kegiatan berikutnya sekaligus menentukan waktu dan tempatnya;
4. Luangkan waktu satu bulan untuk membaca dengan bebas. Sesekali, anggota boleh berbagi pemikiran dan perkembangan bacaan mereka;
5. Moderator disarankan menyiapkan topik diskusi sebelum kegiatan.
(二)Alur Kegiatan
1. Moderator membuka acara secara singkat, lalu setiap orang memperkenalkan diri;
2. Moderator mengajukan topik, lalu setiap orang menyampaikan pendapatnya;
3. Diskusi bebas, peserta boleh saling bertanya dan menjawab;
4. Moderator menutup acara dan menentukan moderator untuk kegiatan berikutnya.
(三)Penutup
1. Kirim foto ke grup sebagai tanda bahwa kegiatan kali ini telah selesai dengan baik;
2. Anggota yang hadir boleh berbagi pemikiran mereka secara sukarela di grup.
Bagian Ketiga: Masalah yang Mungkin Dihadapi
1. Bagaimana mendorong semua orang agar lebih bersemangat?
Pilih salah satu anggota inti atau orang yang berkepribadian antusias untuk menjadi wakil ketua atau admin. Saat klub buku baru dimulai, kamu bisa meminta satu atau dua orang untuk membantu menanggapi ajakan atau permintaanmu di grup. Susun dan bagikan daftar buku rekomendasi anggota. Kamu juga bisa membagikan daftar bacaan atau informasi bermanfaat yang sederhana dan menarik. Yang terpenting, tuluslah.
2. Bagaimana jika hanya sedikit orang yang datang?
Pengelola ini pribadi tidak terlalu mempermasalahkannya. Yang penting, orang-orang yang memang ingin membaca benar-benar menyelesaikan buku tersebut dan ikut berbagi. Hal itu juga bisa menarik minat orang lain (jangan memaksa siapa pun).
Namun, ada cara lain. Misalnya, setelah buku untuk kegiatan berikutnya ditentukan, tawarkan bantuan untuk membelikan buku bagi mereka yang mendaftar untuk ikut kegiatan berikutnya.
3. Bagaimana jika saya tidak ingin membaca buku yang terpilih lewat pemungutan suara?
Setelah jumlah bacaanmu bertambah, kamu bisa membaca lebih dari satu buku dalam sebulan. Buku itu bisa kamu jadikan salah satu buku yang dibaca sekilas.
Namun, membaca beragam jenis buku sebenarnya sangat bermanfaat bagimu.
Kamu juga bisa mengarahkan mereka. Misalnya, katakan, “Bulan lalu kita membaca buku tentang metodologi. Kali ini, bagaimana kalau kita membaca karya sastra?”
4. Bagaimana menentukan tempat kegiatan?
Saat ini, pengelola tersebut mengadakan kegiatan di ruang rapat perusahaan. Dahulu, kegiatan dilakukan di ruang keluarga rumahnya.
Kafe atau toko buku biasanya berbayar dan lumayan mahal. Silakan sesuaikan dengan kondisi kalian.
5. Bagaimana jika banyak orang bergabung dengan klub buku, tetapi hanya sedikit yang hadir?
Itu normal. Lama-lama juga terbiasa.
Ada juga yang mungkin keluar, dan itu pun wajar.
Ingat kembali alasan awalmu membentuk klub buku. Kamu masih membaca, dan setiap bulan ada teman-teman yang datang untuk berdiskusi. Itu sudah cukup, bukan?
Saya ingin berbagi proposal kegiatan yang ditulis pengelola ini pada masa-masa awal kegiatan, serta poster yang dibuat saat klub buku genap berusia satu tahun~ Grup QQ-nya sudah tidak digunakan lagi, jadi jangan bergabung, ya.
Seorang pengelola klub buku pernah mengorganisasi klub buku yang telah berdiri hampir tiga tahun dan memiliki sekitar 190 anggota.
Tema: “Mengenal dunia ini sedikit lebih banyak.”
Slogan: Jangan pikirkan urusan tak berujung di luar diri; nikmati saja buku-buku menarik di hadapanmu.
Awalnya, klub ini hanya berawal dari minat pribadi. Seiring waktu, semakin banyak orang yang bergabung. Klub ini kemudian mendapat sponsor dari perusahaan dan resmi menjadi bagian dari perusahaan.
Berikut pengalaman pengelola tersebut. Semoga bisa memberi sedikit inspirasi bagi kalian.
Pertama, pikirkan baik-baik tujuanmu melakukan ini, terutama apa artinya bagimu secara pribadi.
Apakah untuk mendorong diri sendiri agar membaca secara rutin, melatih kemampuan berorganisasi dan berkomunikasi serta berkenalan dengan orang-orang hebat, atau sekadar tuntutan pekerjaan (misalnya, menyelesaikan tugas sebagai HR. Namun, menurut saya, akan sulit bertahan jika kita sendiri tidak berniat melakukannya).
Tujuan ini akan menjadi alasan awal yang membuatmu terus melangkah saat menghadapi berbagai masalah kelak.
Jika dimulai dari minat pribadi, perhatikan dua prinsip berikut:
1. Temukan anggota inti. Mereka bisa jadi teman dekatmu atau orang lain yang suka membaca.
Sampaikan gagasanmu kepada mereka, serta jelaskan cara kerja klub buku ini.
Mereka akan bersedia terus ikut, sekalipun kegiatan-kegiatan awal belum berjalan dengan ideal.
Mungkin karena dirimu, karena rencana ini terdengar menarik, atau karena klub buku bisa mendorong mereka menyelesaikan satu buku setiap bulan.
2. Berapa pun jumlah peserta yang hadir, selama buku tersebut selesai dibaca dan acara diskusi buku berhasil diselenggarakan, kegiatan bulan itu sudah bisa dianggap sukses.
Ingat kembali alasan awalmu membentuk klub buku, dan terus tunjukkan manfaatnya.
Ini hal yang luar biasa, bukan?
Bagian Pertama: Pembentukan Klub Buku
1. Temukan anggota inti dan adakan kegiatan pertama.
2. Kegiatan bisa dilakukan dengan dua cara: pertama, setiap orang berbagi buku terbaik yang pernah mereka baca; kedua, tentukan satu buku untuk dibaca bersama, lalu diskusikan buku tersebut saat kegiatan.
Kegiatan pertama menggunakan cara yang pertama, tetapi interaksi dan diskusinya kurang memuaskan. Setelah itu, formatnya diubah menjadi membaca satu buku bersama, dan hasilnya sangat baik.
3. Di akhir kegiatan, diskusikan bagian mana dari alur dan format acara yang bisa diperbaiki, lalu ambil foto sebagai kenang-kenangan.
Bagian Kedua: Alur Kegiatan Setelah Klub Mulai Berkembang
(一)Persiapan
1. Setiap anggota baru klub buku harus merekomendasikan dua buku favorit yang pernah mereka baca;
2. Tentukan moderator untuk kegiatan berikutnya. Biasanya dipilih saat kegiatan sebelumnya berakhir;
3. Setiap orang di grup merekomendasikan buku, lalu lakukan pemungutan suara untuk memilih tema kegiatan berikutnya sekaligus menentukan waktu dan tempatnya;
4. Luangkan waktu satu bulan untuk membaca dengan bebas. Sesekali, anggota boleh berbagi pemikiran dan perkembangan bacaan mereka;
5. Moderator disarankan menyiapkan topik diskusi sebelum kegiatan.
(二)Alur Kegiatan
1. Moderator membuka acara secara singkat, lalu setiap orang memperkenalkan diri;
2. Moderator mengajukan topik, lalu setiap orang menyampaikan pendapatnya;
3. Diskusi bebas, peserta boleh saling bertanya dan menjawab;
4. Moderator menutup acara dan menentukan moderator untuk kegiatan berikutnya.
(三)Penutup
1. Kirim foto ke grup sebagai tanda bahwa kegiatan kali ini telah selesai dengan baik;
2. Anggota yang hadir boleh berbagi pemikiran mereka secara sukarela di grup.
Bagian Ketiga: Masalah yang Mungkin Dihadapi
1. Bagaimana mendorong semua orang agar lebih bersemangat?
Pilih salah satu anggota inti atau orang yang berkepribadian antusias untuk menjadi wakil ketua atau admin. Saat klub buku baru dimulai, kamu bisa meminta satu atau dua orang untuk membantu menanggapi ajakan atau permintaanmu di grup. Susun dan bagikan daftar buku rekomendasi anggota. Kamu juga bisa membagikan daftar bacaan atau informasi bermanfaat yang sederhana dan menarik. Yang terpenting, tuluslah.
2. Bagaimana jika hanya sedikit orang yang datang?
Pengelola ini pribadi tidak terlalu mempermasalahkannya. Yang penting, orang-orang yang memang ingin membaca benar-benar menyelesaikan buku tersebut dan ikut berbagi. Hal itu juga bisa menarik minat orang lain (jangan memaksa siapa pun).
Namun, ada cara lain. Misalnya, setelah buku untuk kegiatan berikutnya ditentukan, tawarkan bantuan untuk membelikan buku bagi mereka yang mendaftar untuk ikut kegiatan berikutnya.
3. Bagaimana jika saya tidak ingin membaca buku yang terpilih lewat pemungutan suara?
Setelah jumlah bacaanmu bertambah, kamu bisa membaca lebih dari satu buku dalam sebulan. Buku itu bisa kamu jadikan salah satu buku yang dibaca sekilas.
Namun, membaca beragam jenis buku sebenarnya sangat bermanfaat bagimu.
Kamu juga bisa mengarahkan mereka. Misalnya, katakan, “Bulan lalu kita membaca buku tentang metodologi. Kali ini, bagaimana kalau kita membaca karya sastra?”
4. Bagaimana menentukan tempat kegiatan?
Saat ini, pengelola tersebut mengadakan kegiatan di ruang rapat perusahaan. Dahulu, kegiatan dilakukan di ruang keluarga rumahnya.
Kafe atau toko buku biasanya berbayar dan lumayan mahal. Silakan sesuaikan dengan kondisi kalian.
5. Bagaimana jika banyak orang bergabung dengan klub buku, tetapi hanya sedikit yang hadir?
Itu normal. Lama-lama juga terbiasa.
Ada juga yang mungkin keluar, dan itu pun wajar.
Ingat kembali alasan awalmu membentuk klub buku. Kamu masih membaca, dan setiap bulan ada teman-teman yang datang untuk berdiskusi. Itu sudah cukup, bukan?
Saya ingin berbagi proposal kegiatan yang ditulis pengelola ini pada masa-masa awal kegiatan, serta poster yang dibuat saat klub buku genap berusia satu tahun~ Grup QQ-nya sudah tidak digunakan lagi, jadi jangan bergabung, ya.