Kalau bicara soal ADA, saya yakin banyak pemain lama di dunia kripto yang sudah mengenalnya.
Pada 2021, harganya sempat mencapai 3,10 dolar AS. Kini harganya hanya sekitar 0,19 dolar AS, turun hampir 94% dari rekor tertingginya.
Juni tahun ini, pendirinya, Charles Hoskinson, bahkan pernah menulis:
“Aku mau istirahat dulu. Sampai nanti.”
Maksudnya, ia akan beristirahat sejenak dan ngobrol lagi nanti.
Belakangan, kalimat ini juga menjadi bahan lelucon di komunitas kripto. 😂
Tapi, di balik lelucon itu, bagaimana kabar Cardano sebenarnya? Apakah masih layak untuk diinvestasikan?
Hari ini kita akan membahasnya dari beberapa aspek: teknologi, ekosistem, penerbitan token baru, pembelian kembali, dan valuasi.
1️⃣ Sebenarnya, apa fungsi ADA?
Cardano, seperti Solana dan Sui, adalah blockchain publik.
Sederhananya, blockchain publik itu seperti sebuah kota.
Pengembang dapat membangun bursa, platform pinjaman, gim, dan berbagai aplikasi di dalamnya.
ADA adalah token native yang digunakan di kota ini, terutama untuk membayar biaya transaksi, staking jaringan, dan pemungutan suara tata kelola.
Tim teknis Cardano memiliki latar belakang yang kuat, menggunakan mekanisme proof-of-stake Ouroboros, serta cukup menekankan penelitian akademis dan verifikasi keamanan.
Namun, ada satu ciri khasnya: pengembangan teknologinya cukup teliti, tetapi penerapannya relatif lambat.
Sebagai gambaran.
Beberapa perusahaan suka meluncurkan produk ke pasar terlebih dahulu, lalu memperbaikinya sambil digunakan.
Cardano lebih mirip lembaga penelitian: meneliti dan menguji terlebih dahulu, baru kemudian meluncurkannya secara bertahap.
Kedua pendekatan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun, persaingan di pasar kripto sangat ketat, dan teknologi yang bagus tidak menjamin pengguna akan datang.
2️⃣ Jika teknologinya bagus, mengapa penggunaan nyatanya begitu rendah?
Mari lihat data sekitar 2 November 2026:
Harga ADA: sekitar 0,19 dolar AS.
Kapitalisasi pasar beredar: sekitar 7 miliar dolar AS.
Nilai total aset yang terkunci di DeFi Cardano: sekitar 54 juta dolar AS.
Jumlah stablecoin: sekitar 63 juta dolar AS.
Volume transaksi DEX dalam 24 jam: sekitar 1,2 juta dolar AS.
Biaya transaksi on-chain dalam 24 jam: sekitar 1.400 dolar AS.
Angka 1.400 dolar AS ini adalah biaya transaksi jaringan, bukan seluruh pendapatan ekosistem, apalagi laba bersih.
Namun, angka-angka ini memang menunjukkan satu hal:
Aktivitas ekonomi on-chain Cardano saat ini masih relatif kecil dibandingkan dengan kapitalisasi pasarnya.
Sebagai contoh.
Misalkan seseorang menghabiskan puluhan miliar yuan untuk membangun sebuah kota komersial. Gedung-gedungnya indah, tata jalanannya bagus, dan fasilitas keamanannya juga lengkap.
Namun, jumlah pedagang yang benar-benar menempatinya sedikit, begitu pula pelanggan yang berbelanja setiap hari.
Apakah kota komersial ini punya nilai?
Tentu saja.
Namun, agar lebih banyak investor bersedia membayar harga tinggi, pada akhirnya semuanya tetap bergantung pada apakah jumlah pedagang dan pelanggan terus bertambah.
Cardano kini menghadapi masalah serupa.
3️⃣ Apa kekurangan ADA dibandingkan SOL dan SUI?
Saat ini, nilai total aset yang terkunci di DeFi Cardano sekitar 54 juta dolar AS.
Sui sekitar 460 juta dolar AS.
Solana sekitar 5,5 miliar dolar AS.
Dengan kata lain, nilai total aset yang terkunci di DeFi Sui sekitar 8 kali lebih besar daripada Cardano, sedangkan Solana lebih dari 100 kali lipat.
Namun, kapitalisasi pasar beredar ADA hampir dua kali lipat SUI.
Tentu, TVL bukan satu-satunya tolok ukur nilai blockchain publik. Cardano memiliki banyak aset staking native yang tidak dihitung dalam TVL DeFi.
Namun, jika kita melihat stablecoin, volume transaksi DEX, dan pengguna aktif sekaligus, ekosistem Cardano memang masih kurang aktif.
Pasar blockchain publik saat ini sudah tidak seperti beberapa tahun lalu.
Ada banyak pesaing, seperti Ethereum, Solana, Base, Sui, Avalanche, dan lainnya.
Mengapa pengguna harus memilih Cardano?
Mengapa pengembang tidak memilih blockchain publik yang memiliki lebih banyak modal dan pengguna?
Pertanyaan-pertanyaan ini lebih penting daripada sekadar mempromosikan kinerja teknis.
4️⃣ Apakah ADA mengalami penerbitan tambahan? Bukankah jumlah totalnya 45 miliar keping?
Banyak orang mungkin keliru memahami hal ini.
Pasokan maksimum ADA ditetapkan sebesar 45 miliar keping. Saat ini, sekitar 36,8 miliar keping beredar, atau sekitar 82% dari pasokan maksimum.
Namun, adanya pasokan maksimum bukan berarti jumlah yang beredar tidak akan bertambah sekarang.
Cardano menyelesaikan satu siklus distribusi reward kira-kira setiap 5 hari. Sebagian token dilepas dari cadangan ADA yang telah disisihkan untuk reward staking dan dana perbendaharaan.
Sebagai contoh:
Misalkan sebuah proyek berencana menerbitkan total 10 juta token.
Pada awalnya, hanya 8 juta token yang beredar di pasar.
Sisa 2 juta token dilepas secara bertahap sesuai aturan.
Meskipun jumlah totalnya tidak akan pernah melebihi 10 juta, jumlah token yang beredar di pasar tetap akan bertambah secara bertahap.
ADA mengikuti prinsip yang serupa.
Menurut data resmi Cardano, sekitar 6,059 miliar ADA masih tersimpan sebagai cadangan yang belum dilepas pada sekitar 16 Oktober 2026.
Dalam siklus tersebut, sekitar 9,56 juta ADA dilepas dari cadangan untuk masuk ke proses distribusi reward, dana perbendaharaan, dan keperluan lainnya.
Namun, ini bukan berarti seluruh 9,56 juta ADA langsung masuk ke bursa untuk dijual.
Jadi, ADA tidak diterbitkan tanpa batas, tetapi jumlah pasokan yang telah diterbitkan memang masih bertambah saat ini.
5️⃣ Apakah ADA mengalami deflasi, pembakaran token, dan pembelian kembali?
Ini adalah hal yang sangat penting dalam mempelajari model ekonomi token.
Mari kita perjelas kesimpulannya terlebih dahulu:
① Memiliki pasokan maksimum: 45 miliar keping.
② Memiliki mekanisme pelepasan berkelanjutan: sisa cadangan masuk ke pasokan secara bertahap.
③ Laju penerbitan baru akan menurun seiring berkurangnya cadangan.
④ Tidak memiliki mekanisme pembakaran biaya transaksi rutin di tingkat protokol.
⑤ Tidak ada mekanisme pembelian kembali oleh protokol yang tetap dan berkelanjutan yang telah dikonfirmasi.
Di sini, orang sering mencampuradukkan “deflasi” dengan “penurunan inflasi”.
Sebagai contoh.
Awalnya, sebuah pabrik memproduksi 1 juta barang setiap tahun.
Kemudian, produksinya hanya 800 ribu per tahun, lalu turun lagi menjadi 600 ribu.
Meskipun jumlah produksinya menurun, jumlah total barang tetap bertambah.
Ini disebut perlambatan laju penambahan pasokan, bukan penurunan jumlah total.
ADA mengikuti prinsip yang sama.
Seiring semakin berkurangnya cadangan, jumlah ADA yang dapat dilepas pada setiap siklus secara keseluruhan akan berangsur-angsur menurun.
Namun, tanpa mekanisme pembakaran berkelanjutan, kita tidak bisa mengatakan bahwa ADA sudah mengalami deflasi akibat operasi protokol.
Lalu, soal pembelian kembali.
Beberapa proyek menggunakan pendapatan protokol untuk membeli token mereka sendiri di pasar, bahkan langsung membakarnya.
Saat ini, ADA tidak memiliki mekanisme rutin seperti itu.
Biaya transaksi yang dipungut Cardano terutama masuk ke sistem distribusi reward jaringan. Sebagian di antaranya masuk ke dana perbendaharaan untuk mendukung pengembangan ekosistem.
Biaya transaksi yang masuk ke dana perbendaharaan bukan berarti dibakar; menggunakan dana perbendaharaan untuk mendukung pengembangan juga bukan berarti membeli kembali token di pasar.
Keduanya adalah hal yang sama sekali berbeda.
6️⃣ ADA memberikan imbal hasil dari staking. Apakah itu berarti proyeknya sangat menguntungkan?
Tidak bisa disimpulkan begitu.
Banyak investor melihat bahwa ADA bisa di-staking untuk memperoleh reward, lalu mengira proyek tersebut menghasilkan uang dan membagikan dividen kepada pemegang token.
Sebenarnya, reward staking ADA terutama berasal dari dua sumber:
Sebagian berasal dari biaya transaksi jaringan.
Sebagian lainnya berasal dari ADA yang dilepas secara bertahap dari cadangan yang disisihkan oleh sistem.
Misalnya, sebuah pusat perbelanjaan yang baru dibuka menggunakan dana yang telah disiapkan untuk memberikan subsidi pada tahap awal demi menarik para pedagang.
Ketika pusat perbelanjaan semakin ramai, barulah ada peluang untuk lebih mengandalkan pendapatan operasional nyata demi menjaga keberlangsungannya.
Mekanisme reward ADA memiliki kemiripan dengan hal tersebut.
Jadi, reward staking tidak bisa seluruhnya dianggap sebagai keuntungan operasional yang nyata.
Hal yang benar-benar perlu diperhatikan adalah apakah biaya transaksi jaringan dapat tumbuh hingga mencapai tingkat yang cukup untuk mendukung keamanan jangka panjang dan insentif operasional, seiring berkurangnya cadangan yang disisihkan di masa depan.
7️⃣ Peluang pengembangan apa saja yang masih dimiliki Cardano saat ini?
Meskipun penggunaan ekosistemnya tidak terlalu menonjol, Cardano tidak berhenti membangun.
Saat ini, Cardano masih mengembangkan peningkatan skalabilitas Leios, peningkatan Dijkstra, dan perbaikan kontrak pintar Plutus.
Teknologi-teknologi ini bertujuan meningkatkan kapasitas pemrosesan jaringan dan memperbaiki pengalaman pengembang.
Selain itu, ada juga jaringan privasi Midnight yang mengeksplorasi penerapan seperti perlindungan privasi dan verifikasi data yang sesuai ketentuan.
Misalnya, sebuah bank perlu memastikan apakah nasabah memenuhi persyaratan tertentu, tetapi tidak ingin membuka seluruh informasi pribadi nasabah.
Teknologi komputasi privasi dapat berperan dalam situasi seperti ini.
Namun, Midnight memiliki token dan model ekonominya sendiri. Pendapatan bisnisnya di masa depan tidak bisa begitu saja seluruhnya dikaitkan dengan ADA.
Teknologi seperti Leios juga masih perlu dibuktikan melalui penerapan selanjutnya dan data penggunaan nyata.
Jadi, Cardano tidak kekurangan arah pengembangan teknologi. Yang benar-benar dibutuhkan adalah mengubah teknologi tersebut menjadi kebutuhan nyata.
8️⃣ ADA sekarang hanya 0,19 dolar AS. Apakah itu berarti harganya sangat murah?
Jangan hanya melihat harga per keping.
Berdasarkan pasokan beredar saat ini, sekitar 36,8 miliar keping:
Jika ADA naik menjadi 0,50 dolar AS, kapitalisasi pasar beredarnya sekitar 18,4 miliar dolar AS.
Jika ADA naik menjadi 1 dolar AS, kapitalisasi pasar beredarnya sekitar 36,8 miliar dolar AS.
Jika ADA naik menjadi 2 dolar AS, kapitalisasi pasar beredarnya sekitar 73,6 miliar dolar AS.
Jika ADA naik menjadi 3 dolar AS, kapitalisasi pasar beredarnya akan melampaui 110 miliar dolar AS.
Perhitungan ini belum memperhitungkan penambahan pasokan beredar di masa depan.
Sebagai contoh sederhana.
Ada dua perusahaan: harga saham perusahaan pertama 100 yuan, sedangkan harga saham perusahaan kedua 1 yuan.
Apakah perusahaan dengan harga saham 1 yuan pasti lebih murah?
Tentu tidak. Kita juga harus melihat jumlah saham, pendapatan perusahaan, dan kemampuannya menghasilkan laba.
Hal yang sama berlaku untuk token.
Penurunan harga ADA dari 3 dolar AS menjadi 0,19 dolar AS hanya menunjukkan bahwa harganya telah turun banyak. Itu tidak berarti valuasinya saat ini pasti murah.
9️⃣ Terakhir, apakah ADA layak diinvestasikan saat ini?
Keunggulan Cardano sebenarnya cukup jelas.
Timnya memiliki pengalaman teknis, jaringan utama telah beroperasi selama bertahun-tahun, pasokan maksimumnya tetap, dan Cardano juga telah membangun sistem staking serta tata kelola yang cukup matang.
Namun, masalahnya juga jelas.
Saat ini, penggunaan ekosistemnya rendah, sementara skala stablecoin dan dana DeFi tidak besar.
Meskipun penelitian dan pengembangan teknis terus berlangsung, Cardano belum membangun aplikasi on-chain dan jaringan likuiditas sekuat Solana.
Dari sisi model ekonomi token, meskipun laju penambahan pasokan ADA akan berangsur-angsur menurun, ADA tidak memiliki mekanisme pembakaran rutin maupun mekanisme pembelian kembali yang didanai pendapatan protokol secara tetap.
Jadi, jangan menganggap bahwa pasokan tetap sebesar 45 miliar keping saja pasti akan mendorong kenaikan harga di masa depan karena kelangkaan.
Jika Cardano dapat menarik lebih banyak stablecoin, dana pinjaman, dan pengguna nyata di masa depan, ADA tentu berpeluang kembali menarik perhatian pasar.
Namun, jika teknologi terus ditingkatkan tetapi penggunaan nyatanya tidak bertumbuh secara signifikan, bahkan teknologi terbaik pun akan sulit menopang valuasi tinggi dalam jangka panjang.
Pada akhirnya, masalah terbesar ADA saat ini bukanlah apakah teknologinya bagus, melainkan kapan investasi teknologi selama bertahun-tahun ini benar-benar dapat menghasilkan permintaan pengguna dan aktivitas ekonomi on-chain yang cukup besar.
Bagi investor, daripada menebak kapan ADA akan kembali ke 1 dolar AS, lebih baik perhatikan apakah dana on-chain, biaya transaksi, dan jumlah pengguna nyata terus bertumbuh.
Menurut kalian, apakah ADA masih punya peluang untuk kembali ke kelompok teratas blockchain publik?
Semua hal di atas hanya mencerminkan pendapat pribadi dan riset proyek, bukan merupakan saran investasi.