🔊Goldman Sachs menaikkan perkiraan harga minyak mentah Brent pada Desember 2026 dari $90 menjadi $105 per barel. Menurut bank tersebut, ketegangan di Timur Tengah dapat meningkat setelah pemilihan paruh waktu AS, yang berpotensi mengganggu pasokan minyak global. Gangguan apa pun pada pasokan minyak dapat menyebabkan kenaikan harga lebih lanjut. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor di pasar internasional.🏆
🎯Sementara itu, ketidakpastian seputar ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, bersama dengan kekhawatiran terkait pasokan minyak, terus memengaruhi Timur Tengah. Jika harga minyak mentah tetap tinggi dalam waktu lama, inflasi global dapat meningkat. Dalam situasi seperti itu, Federal Reserve AS mungkin menunda pemangkasan suku bunga, yang dapat berdampak pada pasar saham maupun pasar kripto. Saat ini, investor terus memantau harga minyak dan kondisi ekonomi global dengan saksama.⛳️
🚨Melihat pasar kripto, kenaikan harga minyak dapat menekan mata uang kripto utama seperti $BTC dan $ETH . Jika inflasi meningkat dan ekspektasi penurunan suku bunga melemah, investor mungkin beralih dari aset yang lebih berisiko. Dampaknya bisa lebih besar pada Altcoin dan Meme Coin, karena keduanya umumnya mengalami volatilitas yang lebih tinggi. Saat ini, berita ini merupakan sinyal yang berpotensi bearish bagi pasar kripto, meskipun arah selanjutnya akan bergantung pada data ekonomi global dan perkembangan di Timur Tengah.🌍
