Pada 31 Oktober, dompet yang menurut Lookonchain terkait dengan peretasan Binance menjual 908.793 token $PROM (senilai sekitar $5 juta) ke dalam pool Uniswap V2 yang hampir kosong dan menerima 0,0316 ETH, atau sekitar $71. Angka $5 juta itu adalah nilai kuotasi, bukan hasil penjualan sebenarnya: likuiditas di pool tersebut tidak mencukupi.

Ini bukan kali pertama. Menurut perkiraan analis, peretas itu merugi $71,5 juta akibat pertukaran yang merugikan saat membeli $ETH di atas harga pasar, $24,8 juta saat menjual token di bawah harga pasar, dan $22,4 juta pada TRX. Tampaknya, dana harus dicuci dengan terburu-buru melalui pool dengan likuiditas tipis. Ini interpretasi saya.

Apa artinya bagi altcoin: token berlikuiditas rendah yang dicuri belum hilang, dan penjualan di pool dengan likuiditas tipis masih mungkin terjadi. Namun, pool yang sama membatasi jumlah yang benar-benar bisa dijual, sehingga tekanan terhadap harga cenderung bersifat terbatas. Secara terpisah, Binance menyatakan akan membeli token-token yang kurang likuid untuk menutupi sisa 5% kerugian. Dampaknya terhadap harga belum diketahui.

Kesimpulan saya: harga di bursa tidak sama dengan kedalaman pasar. Sebelum membeli altcoin berlikuiditas rendah, perhatikan volume dan order book, bukan hanya harga yang tertera.

Posisi saya: saya tidak memiliki PROM maupun altcoin lain yang berlikuiditas rendah.

Apakah Anda memeriksa likuiditas sebelum membeli altcoin, atau hanya melihat grafik?

#Binance

ETH
ETH
2,282.34
+0.64%

PROM
PROM
5.485
-4.85%