Binance dibobol peretas Korea Utara hingga sekitar 3,3 miliar dolar AS. Musk memanfaatkan kesempatan itu untuk menyindir kripto, dengan mengatakan bahwa peretas hanyalah risiko terkecil.

Sebelumnya, BTC dalam jumlah besar atas nama seseorang bermarga Chen disita oleh pihak AS, dan harga koin pun langsung turun.
"Selama memegang kunci privat, aset aman" dan "desentralisasi tak bisa diganggu gugat" mendadak menjadi lelucon.

Jadi, di mana letak keamanan aset kripto?

Pertama, ada fakta yang berlawanan dengan intuisi:
Uang hasil peretasan sudah di tangan, tetapi mereka tak berani menyentuhnya.

Puluhan ribu BTC, semua orang di blockchain mengawasinya, tetapi tak satu sen pun dibelanjakan.
Bukan masalah teknis, melainkan uangnya tak bisa dibelanjakan.

Bitcoin tak punya fitur pembekuan; kalau dicuri, ya jadi milikmu.
Namun, setiap transaksi bisa dilihat oleh seluruh dunia dan jejaknya akan tersimpan selamanya.
Uang ini sudah ditandai sebagai uang kotor. Ke mana pun dibawa, ada label merah yang mengikutinya.
Begitu ditukar menjadi uang tunai, identitasnya akan terbongkar. Jadi, uang itu hanya bisa didiamkan begitu saja.

Bisa dilihat, tak bisa disentuh, tak bisa dibelanjakan.
Begitu transparan sampai pencurinya pun terjebak.
Bisa mencuri bukan berarti bisa mencuci uangnya sampai bersih.

Lihat juga sikap para penganut desentralisasi:
Sebelum kejadian: Memangnya Tether berhak membekukan USDT sesuka hati?
Sesudah kejadian: Untung saja Tether bisa membekukannya 😊

Yang benar-benar menakutkan bukanlah peretasan, melainkan jika suatu hari seluruh blockchain bisa dipindahkan dalam sekejap dan ditukar menjadi mata uang yang tak diatur.
Jadi, risiko jangka panjang tak pernah hanya soal peretas, tetapi juga faktor-faktor seperti komputasi kuantum dan dompet Satoshi Nakamoto.

3,3 miliar menjadi angka yang bikin panas. Sungguh ironis.
#币安第一阶段15个网络已恢复提现 #币安更新储备证明地址 #币安将恢复第一阶段提现 $BTC $ETH