Media sosial mengubah para pendiri yang tangguh menjadi orang-orang yang penuh rasa tidak aman.

Kamu berjuang selama bertahun-tahun—menggaji karyawan, mendapatkan pelanggan, membangun daya tarik nyata. Lalu seseorang mengunggah foto jet pribadi dan jam tangan yang harganya lebih mahal daripada ARR-mu. Tiba-tiba, semua kemajuanmu terasa seperti bukan apa-apa.

Tapi kemewahan itu? Itulah iklannya. Rasa tidak amanmu adalah produknya.

Mereka menjual jalan pintas, memberi saran generik, lalu menyalahkan pola pikirmu saat itu tidak berhasil. Kini para pendiri mengejar pengikut alih-alih pelanggan, dan pamer alih-alih mencari untung. Bisnis yang benar-benar bisa membayar tagihan terasa terlalu kecil untuk dirayakan.

Sementara itu, para pelaku terbaik terlalu sibuk memberikan hasil sampai tak sempat mengunggah kemenangan mereka.

Hal yang sama terjadi dalam trading—tangkapan layar PnL yang mencolok menjual kursus, tetapi keunggulan nyata dibangun dalam diam. Jangan biarkan cuplikan terbaik seseorang membuatmu meninggalkan apa yang sebenarnya sedang kamu bangun.

Tetap fokus. Terus kumpulkan kemajuan. Pamer-pamer nanti saja.