Peretas Tak Kasatmata Korea Utara: Kisah Nyata Park Jin-hyok, Pria yang Paling Dicari FBI

Peretas Korea Utara Park Jin-hyok, yang dicari FBI dalam daftar internasional. Lahir antara tahun 1981 dan 1984, berkewarganegaraan Korea Utara.

Ia fasih berbahasa Korea, Inggris, dan Mandarin, yang memudahkan serangan globalnya.

Yang tidak banyak diketahui orang adalah bahwa ia tidak bertindak sendirian. Menurut Departemen Kehakiman AS, Park adalah anggota Lazarus Group, kelompok peretas yang didanai oleh Biro Pengintaian Umum Korea Utara—badan intelijen negara tersebut.

3 kasus yang membuat namanya berada di urutan teratas daftar FBI:

1. Peretasan Sony Pictures (2014)

Serangan yang membocorkan film dan email, serta melumpuhkan Hollywood. Ini merupakan aksi balasan atas film "The Interview", yang mengejek pemimpin Korea Utara.

2. Perampokan Bank Sentral Bangladesh (2016)

81 juta dolar dicuri melalui sistem SWIFT. Jika tidak terjadi kesalahan ketik, jumlahnya akan mencapai 1 MILIAR.

3. Serangan WannaCry (2017)

Ransomware yang menginfeksi lebih dari 300 ribu komputer di 150 negara, melumpuhkan rumah sakit, perusahaan, dan pemerintahan. Dunia pun terhenti.

Ia secara resmi didakwa di AS pada 2018. FBI bahkan menerbitkan foto, nama lengkap, dan deskripsi terperinci tentang dirinya, tetapi lokasi terakhirnya yang diketahui adalah Pyongyang. Dan di sana, tak seorang pun bisa masuk untuk menangkapnya.

Penting: Semua tuduhan di atas disampaikan oleh otoritas investigasi AS dan hingga kini masih dianggap sebagai dugaan. Tidak semua kejahatan dipastikan 100% dilakukan secara pribadi olehnya, melainkan oleh kelompok yang menjadi bagiannya.

Saat ini, Lazarus Group disebut sebagai kelompok utama di balik pencurian mata uang kripto di dunia, dengan nilai yang telah dicuri mencapai miliaran.

Apakah musuh terbesar BTC dan pasar kripto punya wajah dan nama?

$BTC

BTC
BTC
77,736.17
-0.30%

$BNB

BNB
BNB
704.29
-1.39%

$ETH

ETH
ETH
2,283.48
+0.84%