Para peretas Korea Utara yang mencuri lebih dari 6 miliar dolar AS dari Binance kali ini.
Sejak duduk di sekolah dasar dan menengah pertama, mereka sudah diseleksi untuk dikirim ke sekolah unggulan di Pyongyang, seperti Sekolah Menengah Pertama No. 1 Pyongyang. Di sana, mereka berfokus mempelajari matematika dan komputer.
Siswa-siswa terbaik di antara mereka akan melanjutkan pendidikan setelah lulus sekolah menengah atas ke Universitas Industri Kim Chaek, Universitas Kim Il-sung, atau Universitas Otomasi.
Universitas Otomasi adalah sekolah perang siber militer Korea Utara. Sekolah ini sebelumnya dikenal sebagai Universitas Mirim, tempat yang terkenal sebagai pencetak peretas. Sekolah-sekolah tersebut secara khusus mengajarkan pemrograman, jaringan komputer, dan teknik peretasan. Masa studinya biasanya sekitar lima tahun.
Setelah lulus, mereka akan ditempatkan di unit siber di bawah Biro Umum Pengintaian Tentara Rakyat Korea. Organisasi peretas Lazarus berada di bawah biro tersebut. Pihak Korea Selatan memperkirakan unit siber ini beranggotakan beberapa ribu hingga lebih dari sepuluh ribu orang.
Selain itu, banyak dari mereka dikirim ke Shenyang dan Dandong di Tiongkok, serta ke Rusia dan kawasan Asia Tenggara. Mereka menyamar sebagai pekerja alih daya IT biasa, menerima pekerjaan untuk mendapatkan devisa sekaligus melancarkan serangan siber.
Mereka yang terpilih beserta keluarganya boleh tinggal di ibu kota Pyongyang, serta mendapat rumah dan jatah kebutuhan yang lebih baik. Namun, mereka yang dikirim ke luar negeri harus meninggalkan keluarga di dalam negeri. Pada praktiknya, keluarga mereka juga menjadi semacam sandera.
Sejak duduk di sekolah dasar dan menengah pertama, mereka sudah diseleksi untuk dikirim ke sekolah unggulan di Pyongyang, seperti Sekolah Menengah Pertama No. 1 Pyongyang. Di sana, mereka berfokus mempelajari matematika dan komputer.
Siswa-siswa terbaik di antara mereka akan melanjutkan pendidikan setelah lulus sekolah menengah atas ke Universitas Industri Kim Chaek, Universitas Kim Il-sung, atau Universitas Otomasi.
Universitas Otomasi adalah sekolah perang siber militer Korea Utara. Sekolah ini sebelumnya dikenal sebagai Universitas Mirim, tempat yang terkenal sebagai pencetak peretas. Sekolah-sekolah tersebut secara khusus mengajarkan pemrograman, jaringan komputer, dan teknik peretasan. Masa studinya biasanya sekitar lima tahun.
Setelah lulus, mereka akan ditempatkan di unit siber di bawah Biro Umum Pengintaian Tentara Rakyat Korea. Organisasi peretas Lazarus berada di bawah biro tersebut. Pihak Korea Selatan memperkirakan unit siber ini beranggotakan beberapa ribu hingga lebih dari sepuluh ribu orang.
Selain itu, banyak dari mereka dikirim ke Shenyang dan Dandong di Tiongkok, serta ke Rusia dan kawasan Asia Tenggara. Mereka menyamar sebagai pekerja alih daya IT biasa, menerima pekerjaan untuk mendapatkan devisa sekaligus melancarkan serangan siber.
Mereka yang terpilih beserta keluarganya boleh tinggal di ibu kota Pyongyang, serta mendapat rumah dan jatah kebutuhan yang lebih baik. Namun, mereka yang dikirim ke luar negeri harus meninggalkan keluarga di dalam negeri. Pada praktiknya, keluarga mereka juga menjadi semacam sandera.


