• Chainlink turun 11,47% ke $10,42, jauh tertinggal dari penurunan Bitcoin sebesar 5,15%.

  • Pergerakan dana sebesar $2,8 miliar di dompet Binance yang tidak dapat dijelaskan memicu ketidakpastian dan likuidasi posisi berleverage.

  • Likuiditas yang lebih rendah dan beta yang lebih tinggi membuat LINK lebih rentan saat pasar kripto secara luas mengalami aksi jual.

Pemegang LINK menghadapi tekanan yang semakin besar setelah LINK kembali mengalami penurunan tajam di pasar. Mata uang kripto ini turun 11,47% dalam 24 jam hingga mencapai $10,42. Bitcoin hanya turun 5,15% selama periode yang sama. Kesenjangan yang semakin lebar ini menyoroti risiko yang dihadapi investor altcoin saat pasar mengalami aksi jual. Namun, penurunan terbaru ini terjadi di tengah ketidakpastian pasar yang lebih luas. Sementara itu, perkembangan Chainlink pada bulan Oktober memberikan gambaran fundamental yang berbeda.

https://twitter.com/InvestorJordan/status/2115944562556358989?a=Jd_raeGycSklF3YbSAu0026s=19 LINK Jatuh Lebih Dalam daripada Bitcoin saat Altcoin Menghadapi Tekanan Jual

Chainlink diperdagangkan di kisaran $10.42 setelah turun 11.47% dalam 24 jam. Token ini juga mencatat penurunan mingguan sebesar 10.96%. Penurunan terbaru menempatkan LINK di antara mata uang kripto utama dengan kinerja terburuk. Bitcoin turun 5.15% menjadi sekitar $76,931 dalam periode yang sama. Ethereum turun 6.25% ke $2,207.06. Sementara itu, BNB turun 8.84%, sedangkan XRP melemah 8.03%. Solana juga turun 7.93% menjadi $93.80. Cardano turun 9.62%, sementara NEAR Protocol mencatat kerugian sebesar 15.52%.

Hanya segelintir mata uang kripto utama yang membukukan kenaikan. Chainlink juga mengalami kesulitan sepanjang Oktober. Laporan pasar menyebutkan penurunan bulanan sekitar 21%. Akibatnya, aksi jual terbaru memperpanjang tren penurunan yang sudah berlangsung. Ada dua faktor penting yang menjelaskan mengapa LINK jatuh lebih dalam saat koreksi pasar. Faktor pertama adalah beta, yang mengukur sensitivitas suatu aset terhadap pergerakan pasar. Altcoin umumnya memiliki beta lebih tinggi daripada Bitcoin.

Karena itu, harganya sering mengalami fluktuasi yang lebih besar saat pasar tidak menentu. Investor juga cenderung lebih dulu mengurangi eksposur terhadap aset yang lebih berisiko. Kedalaman pasar menjadi penjelasan lain atas penurunan LINK yang lebih tajam. Bitcoin memiliki buku pesanan yang lebih dalam dan likuiditas yang lebih besar daripada kebanyakan altcoin. Kedalaman perdagangan Chainlink jauh lebih rendah dibandingkan mata uang kripto terbesar. Akibatnya, aksi jual besar-besaran dapat mendorong harga LINK turun lebih tajam.

Pergerakan Dana dari Dompet Binance Memicu Ketidakpastian di Pasar Kripto

Pengamat pasar melaporkan pergerakan dompet Binance yang tidak biasa pada 29 Oktober. Menurut laporan, nilai transfer tersebut mencapai sekitar $2.8 billion. Pergerakan yang belum dijelaskan itu memicu kekhawatiran di kalangan pedagang mata uang kripto. Namun, tidak ada bukti terkonfirmasi yang menunjukkan hilangnya dana pelanggan. Binance sebelumnya melaporkan berhasil menggagalkan beberapa serangan siber pada 27 Oktober. Bursa tersebut menyatakan bahwa insiden-insiden itu tidak menyebabkan pembobolan atau kehilangan dana.

Transfer pada 29 Oktober itu masih belum memiliki penjelasan publik yang meyakinkan. Karena itu, ketidakpastian pasar, bukan kerugian yang terkonfirmasi, menjadi pemicu utama kekhawatiran. Binance juga sempat menangguhkan penarikan di beberapa jaringan. Pembatasan semacam itu dapat menambah tekanan ketika pedagang tidak bisa memindahkan aset dengan leluasa. Sementara itu, posisi dengan leverage menghadapi penutupan paksa selama aksi jual.

Likuidasi dapat mempercepat penurunan karena bursa menutup posisi yang merugi. Bagi pemegang Chainlink, penting untuk membedakan tekanan pasar dari fundamental proyek. Penurunan terbaru tidak serta-merta mencerminkan memburuknya aktivitas jaringan. Investor sebaiknya memantau likuiditas pasar, leverage, dan arah pergerakan Bitcoin. Faktor-faktor ini dapat memengaruhi upaya pemulihan LINK dan kinerja harganya dalam jangka pendek.