#BinanceSAFUFundTransferCompleted7499BTC #USDCCirculationFallsAbout800MInSevenDays #btc #eth #xrp Peretasan Terbesar dalam Sejarah Kripto: Peretasan Binance Senilai $6,3 Miliar yang Memecahkan Rekor!
Insiden ini disebut sebagai "perampokan bank terbesar dalam sejarah umat manusia."
Penyusupan Melalui Komputer Seorang Insinyur DevOps
Menurut pernyataan awal dari Richard Teng, Co-CEO Binance, para penjahat siber menggunakan metode yang sangat canggih untuk membobol sistem.
Titik Penyusupan: Serangan dimulai saat komputer seorang insinyur DevOps yang bekerja di Binance disusupi.
Kecepatan dan Otomatisasi: Dengan melewati lapisan keamanan untuk mengakses kontainer layanan, para peretas menggunakan alat otomatisasi untuk menguras dana senilai miliaran dolar dari 10 jaringan blockchain berbeda—semuanya hanya dalam waktu 20 menit.
Tersangka yang Sudah Dikenal: Kelompok "TraderTraitor" dari Korea Utara
Perusahaan analitik blockchain TRM Labs dan Chainalysis melacak dana yang dicuri dan mengidentifikasi pelakunya dengan tingkat keyakinan yang tinggi. Data on-chain menunjukkan bahwa peretasan besar-besaran ini diatur oleh "TraderTraitor" (juga dikenal sebagai Lazarus Group)—kelompok peretas elit yang terkait dengan pemerintah Korea Utara, yang juga bertanggung jawab atas serangan siber sebelumnya terhadap Bybit.
Sisi Positif: Setengah Dana Berhasil Dibekukan; Kerugian Akan Ditanggung!
Segera setelah krisis terjadi, tim Binance membentuk upaya koordinasi darurat global bersama para mitra blockchain mereka, termasuk penerbit stablecoin besar seperti Tether dan Circle. Berkat respons cepat ini, aset curian senilai sekitar $3 miliar berhasil dibekukan di berbagai jaringan. Manajemen Binance mengimbau pengguna agar tidak panik dan menjelaskan bahwa penarikan dana ditangguhkan sementara selama pemeriksaan keamanan berlangsung. Mereka juga berjanji bahwa semua kerugian yang dialami pengguna akan ditanggung sepenuhnya—100%—menggunakan cadangan perusahaan sendiri (dana SAFU).
Ikuti saya untuk mendapatkan informasi terbaru tentang kripto dan pasar saham AS agar Anda tidak melewatkan detail apa pun. Salam hangat...
Insiden ini disebut sebagai "perampokan bank terbesar dalam sejarah umat manusia."
Penyusupan Melalui Komputer Seorang Insinyur DevOps
Menurut pernyataan awal dari Richard Teng, Co-CEO Binance, para penjahat siber menggunakan metode yang sangat canggih untuk membobol sistem.
Titik Penyusupan: Serangan dimulai saat komputer seorang insinyur DevOps yang bekerja di Binance disusupi.
Kecepatan dan Otomatisasi: Dengan melewati lapisan keamanan untuk mengakses kontainer layanan, para peretas menggunakan alat otomatisasi untuk menguras dana senilai miliaran dolar dari 10 jaringan blockchain berbeda—semuanya hanya dalam waktu 20 menit.
Tersangka yang Sudah Dikenal: Kelompok "TraderTraitor" dari Korea Utara
Perusahaan analitik blockchain TRM Labs dan Chainalysis melacak dana yang dicuri dan mengidentifikasi pelakunya dengan tingkat keyakinan yang tinggi. Data on-chain menunjukkan bahwa peretasan besar-besaran ini diatur oleh "TraderTraitor" (juga dikenal sebagai Lazarus Group)—kelompok peretas elit yang terkait dengan pemerintah Korea Utara, yang juga bertanggung jawab atas serangan siber sebelumnya terhadap Bybit.
Sisi Positif: Setengah Dana Berhasil Dibekukan; Kerugian Akan Ditanggung!
Segera setelah krisis terjadi, tim Binance membentuk upaya koordinasi darurat global bersama para mitra blockchain mereka, termasuk penerbit stablecoin besar seperti Tether dan Circle. Berkat respons cepat ini, aset curian senilai sekitar $3 miliar berhasil dibekukan di berbagai jaringan. Manajemen Binance mengimbau pengguna agar tidak panik dan menjelaskan bahwa penarikan dana ditangguhkan sementara selama pemeriksaan keamanan berlangsung. Mereka juga berjanji bahwa semua kerugian yang dialami pengguna akan ditanggung sepenuhnya—100%—menggunakan cadangan perusahaan sendiri (dana SAFU).
Ikuti saya untuk mendapatkan informasi terbaru tentang kripto dan pasar saham AS agar Anda tidak melewatkan detail apa pun. Salam hangat...


