Korea Utara bisa menjadi jauh lebih dari sekadar ancaman bagi keamanan ekosistem kripto. Negara itu bisa menjadi salah satu pemain paling tangguh yang mampu memengaruhi pasar.

Dan yang paling mengkhawatirkan, mereka bahkan tak lagi perlu meretas untuk menggerakkan harga.

Bayangkan: memindahkan kripto curian di antara beberapa dompet untuk memicu kepanikan, menjual sebagian kecil token untuk menyebabkan harga anjlok, membuka posisi besar di pasar perpetual sebelum memicu pergerakan, atau menyebarkan informasi palsu untuk memicu penarikan dana besar-besaran.

Kecerdasan buatan juga bisa digunakan untuk memperkuat rumor, membuat profil palsu, dan menyusup ke perusahaan kripto demi mendapatkan informasi rahasia.

Beberapa perkiraan menyebutkan ada kripto senilai antara 4 hingga 5 miliar dolar AS yang berada di bawah kendali mereka. Jumlah ini sulit diverifikasi, tetapi memberi gambaran tentang besarnya ancaman.

Jadi, bahaya sebenarnya melampaui sekadar peretasan. Kini, ancaman itu mencakup manipulasi informasi, rasa takut, dan perilaku investor.

Di pasar tempat sebuah rumor bisa menghilangkan miliaran dalam hitungan menit, pihak yang mengendalikan perhatian juga bisa memengaruhi harga.

Paus kripto terbesar mungkin bukan sebuah dana atau ETF, melainkan sebuah negara yang tak tunduk pada aturan apa pun.

Dan itu menakutkan.