Ini merupakan KTT Rusia-Afrika yang sangat sukses.

Dalam pembicaraan langsung dengan Presiden Vladimir Putin, Presiden John Mahama telah memperoleh komitmen konkret berikut:

1) Rusia telah sepakat bekerja sama dengan Ghana untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir berkapasitas 2.000 megawatt guna menjamin ketahanan energi dan menjadi landasan industrialisasi. Ini merupakan kebangkitan visi Osagyefo Kwame Nkrumah, yang telah memulai persiapan untuk mewujudkannya, tetapi terhenti akibat kudeta pada 28 Februari 1966;

2) Pakta pertahanan baru untuk memperoleh aset militer strategis bagi Angkatan Bersenjata Ghana yang dihormati dunia;

3) Ghana dan Rusia akan memperkuat kerja sama pertanian demi meningkatkan produksi biji-bijian dan penyediaan pupuk;

4) Rusia akan menambah jumlah beasiswa bagi mahasiswa Ghana. Kini Ghana menempati peringkat kedua di antara negara-negara Afrika dengan jumlah mahasiswa terbanyak;

5) Menyusul kekhawatiran yang disampaikan Presiden Mahama, Presiden Putin telah menyatakan bahwa warga Ghana tidak lagi diizinkan untuk berpartisipasi dalam perang dengan Ukraina. Kebijakan ini berlaku dalam segala keadaan, baik melalui perekrutan tidak resmi maupun penyampaian minat secara sukarela;

6) Ghana dan Rusia akan menghidupkan kembali PJCC, dengan Moskwa siap menjadi tuan rumah dalam beberapa pekan mendatang.

Ghana dan Rusia telah menjalin hubungan bilateral formal yang bersahabat dan saling menguntungkan sejak 1958.

Demi Tuhan dan Tanah Air 🇬🇭 🙏🏾