Topik terpopuler di Baidu kembali mengangkat “menabung otot lebih baik daripada menabung uang”. Perempuan paruh baya dan lansia berbondong-bondong ke area angkat beban di pusat kebugaran, anak muda mulai memperhatikan massa otot orang tua mereka, dan Komisi Kesehatan bahkan menerbitkan panduan pola makan untuk sarkopenia.

Beberapa tahun belakangan, kita terlalu terbiasa menggantungkan rasa aman pada angka di rekening. Pihak Rumah Sakit Peking Union mengatakannya dengan cukup gamblang: massa otot biasanya mencapai puncaknya sekitar usia 30 tahun, lalu mulai menyusut lebih cepat setelah usia 35. Uang bisa digunakan untuk menyewa perawat atau tinggal di kamar rumah sakit yang lebih baik, tetapi tak bisa mengembalikan kekuatan betis atau kemampuan untuk bangkit sendiri dari kursi.

Bagi orang yang bekerja seharian di depan layar, persoalan ini sangat nyata. Terlalu lama duduk, hanya melakukan olahraga kardio, dan diet ekstrem, semuanya bisa membuat otot terkuras sebagai bahan bakar. Latihan resistansi ditambah asupan protein berkualitas yang cukup ibarat menyediakan porsi investasi berbiaya rendah untuk tubuh—bukan berarti orang harus berhenti menabung. Slogannya mungkin terdengar seperti petuah kosong, tetapi penerapannya sederhana: latih kelompok otot besar dua atau tiga hari seminggu, dan pastikan ada protein berkualitas dalam setiap hidangan.

Bagi yang memiliki penyakit bawaan atau tekanan darah maupun kondisi jantung yang tidak stabil, lakukan pemeriksaan terlebih dahulu sebelum berlatih. Jangan memaksakan diri mengangkat barbel. Rekening bisa bertumbuh karena bunga berbunga, tubuh pun bisa mengalami penyusutan. Rawat keduanya dengan baik agar hidup terasa lebih stabil.

$BNB