Saat saldo akunmu terus bertambah, kamu justru harus mewaspadai satu perubahan yang terjadi diam-diam.
Saat baru mulai trading, rugi 200U saja kamu langsung berhenti untuk memeriksa riwayat transaksi dan mencari tahu dengan saksama apa yang salah. Sekarang akunmu sudah lebih besar.
Rugi 200U terasa terlalu kecil, sampai-sampai kamu malas mengevaluasi transaksi. Begitu kerugian mencapai 1000U, kamu malah mulai tak terima dan bersikeras menahan posisi. Saat kerugian terus membengkak, barulah kamu sadar bahwa sejak tadi kamu tidak lagi trading secara rasional. Kemerosotan mental seperti ini sangat sulit disadari.
Setelah saldo akun tumbuh dari beberapa ribu U menjadi puluhan ribu U, banyak orang tanpa sadar mulai sedikit demi sedikit melonggarkan batasan trading mereka. Kontrak dengan leverage sangat tinggi yang dulu tak berani disentuh,
sekarang terasa layak dicoba karena merasa pengalaman sudah cukup. Dulu mereka baru berani membuka posisi setelah pola terbentuk sempurna, sekarang melihat candlestick bergerak beberapa kali saja sudah tak sabar ikut masuk.
Alasan yang mereka cari pun terdengar sangat masuk akal: modal lebih besar, peluang lebih banyak, dan pengalaman trading sudah lebih dari cukup. Namun, mereka tak menyadari bahwa risiko yang diam-diam mereka tanggung sudah berlipat ganda.
Satu transaksi keliru yang lepas kendali bisa dengan mudah menghapus keuntungan yang dikumpulkan dari belasan transaksi sebelumnya. Yang lebih merepotkan, semakin banyak keuntungan yang diraih, semakin mudah kamu menganggap semua keuntungan yang belum direalisasikan itu sebagai hasil kemampuanmu sendiri,
sementara semua kerugian dianggap akibat pasar yang tidak masuk akal. Begitu kamu mulai enggan memasang stop loss sesuai aturan, enggan menunggu peluang dengan tetap berada di luar pasar, dan mati-matian tak mau mengakui bahwa analisismu salah, akunmu sebenarnya sudah memberi tanda bahaya.
Jangan tunggu sampai saldo menyusut drastis baru teringat pada aturan lama yang dulu kamu pegang teguh. Semakin lama kamu trading, yang paling penting untuk dijaga bukanlah target keuntungan tertentu, melainkan batasan yang tak boleh dilonggarkan begitu saja, sebesar apa pun saldo akunmu
Saat baru mulai trading, rugi 200U saja kamu langsung berhenti untuk memeriksa riwayat transaksi dan mencari tahu dengan saksama apa yang salah. Sekarang akunmu sudah lebih besar.
Rugi 200U terasa terlalu kecil, sampai-sampai kamu malas mengevaluasi transaksi. Begitu kerugian mencapai 1000U, kamu malah mulai tak terima dan bersikeras menahan posisi. Saat kerugian terus membengkak, barulah kamu sadar bahwa sejak tadi kamu tidak lagi trading secara rasional. Kemerosotan mental seperti ini sangat sulit disadari.
Setelah saldo akun tumbuh dari beberapa ribu U menjadi puluhan ribu U, banyak orang tanpa sadar mulai sedikit demi sedikit melonggarkan batasan trading mereka. Kontrak dengan leverage sangat tinggi yang dulu tak berani disentuh,
sekarang terasa layak dicoba karena merasa pengalaman sudah cukup. Dulu mereka baru berani membuka posisi setelah pola terbentuk sempurna, sekarang melihat candlestick bergerak beberapa kali saja sudah tak sabar ikut masuk.
Alasan yang mereka cari pun terdengar sangat masuk akal: modal lebih besar, peluang lebih banyak, dan pengalaman trading sudah lebih dari cukup. Namun, mereka tak menyadari bahwa risiko yang diam-diam mereka tanggung sudah berlipat ganda.
Satu transaksi keliru yang lepas kendali bisa dengan mudah menghapus keuntungan yang dikumpulkan dari belasan transaksi sebelumnya. Yang lebih merepotkan, semakin banyak keuntungan yang diraih, semakin mudah kamu menganggap semua keuntungan yang belum direalisasikan itu sebagai hasil kemampuanmu sendiri,
sementara semua kerugian dianggap akibat pasar yang tidak masuk akal. Begitu kamu mulai enggan memasang stop loss sesuai aturan, enggan menunggu peluang dengan tetap berada di luar pasar, dan mati-matian tak mau mengakui bahwa analisismu salah, akunmu sebenarnya sudah memberi tanda bahaya.
Jangan tunggu sampai saldo menyusut drastis baru teringat pada aturan lama yang dulu kamu pegang teguh. Semakin lama kamu trading, yang paling penting untuk dijaga bukanlah target keuntungan tertentu, melainkan batasan yang tak boleh dilonggarkan begitu saja, sebesar apa pun saldo akunmu
