Miliaran dolar telah raib dari bursa kripto, jaringan blockchain, bridge, dan platform DeFi selama bertahun-tahun.
Beberapa serangan dikaitkan dengan kelompok peretas Korea Utara. Yang lainnya? Orang-orang di baliknya masih belum diketahui.
Berikut 10 pencurian kripto terbesar dan apa yang terjadi 👇
1️⃣ BINANCE — $6.36 MILIAR (2026) 🇰🇵
Diduga: TraderTraitor (Korea Utara)
Para peretas diduga menyusupi infrastruktur penandatanganan hot wallet dan memindahkan dana melalui 10 blockchain berbeda.
Sekitar $2.7B dilaporkan telah dibekukan oleh para penerbit dan otoritas jaringan. Binance menyatakan dana pengguna aman dan kerugian akan ditanggung.
2️⃣ LUBIAN — $3.5 BILLION (2020) 🇨🇳
Penyerang: Tidak diketahui
Kelemahan dalam pembuatan kunci privat Bitcoin dilaporkan telah dieksploitasi, sehingga sekitar 127.426 BTC dicuri.
Identitas penyerang tidak pernah diungkapkan kepada publik.
3️⃣ BYBIT — $1.5 BILLION (2025) 🇰🇵
Kelompok: TraderTraitor
Penyerang membobol proses persetujuan transaksi yang melibatkan cold wallet Ethereum.
Sekitar 400.000 ETH dicuri, dan FBI kemudian mengaitkan serangan tersebut dengan Korea Utara.
4️⃣ RONIN NETWORK — $625 MILLION (2022) 🇰🇵
Kelompok: Lazarus Group
Para peretas mengambil alih kendali atas kunci privat validator dan mencuri 173.600 ETH serta 25,5 juta USDC.
Serangan tersebut menjadi pukulan besar bagi ekosistem Axie Infinity.
5️⃣ POLY NETWORK — $611 MILLION (2021)
Kerentanan kontrak pintar memungkinkan penyerang yang dikenal sebagai “Mr. White Hat” mengambil kripto senilai sekitar $611 juta.
Bagian yang mengejutkan? Hampir semuanya akhirnya dikembalikan.
6️⃣ BNB BRIDGE — $570 MILLION (2022)
Kerentanan dalam verifikasi bukti lintas rantai dieksploitasi, sehingga sekitar 2 juta BNB dapat dibuat secara curang.
BNB Chain menghentikan operasinya sementara untuk membatasi dampak kerusakan.
7️⃣ COINCHECK — $534 MILLION (2018) 🇯🇵
Penyerang membobol hot wallet dan mencuri sekitar 523 juta token NEM.
Insiden ini menjadi salah satu skandal kripto terbesar di Jepang dan memicu pengawasan regulasi yang lebih ketat.
8️⃣ FTX — $477 MILLION (2022) 🇧🇸
Saat FTX terpuruk menuju kebangkrutan, penarikan kripto tanpa izin senilai ratusan juta dolar terjadi.
Identitas penyerang belum pernah dipastikan.
9️⃣ MT. GOX — ~$470 MILLION (2011–2014) 🇯🇵
Selama beberapa tahun, sekitar 850.000 BTC milik pelanggan dan perusahaan dilaporkan hilang.
Bencana ini pada akhirnya mendorong Mt. Gox ke kebangkrutan dan membuat ribuan pelanggan menanggung kerugian besar.
🔟 BITGET — $387.5 MILLION (2026) 🇸🇬
Diduga: pihak-pihak yang terkait dengan Korea Utara
Penyerang diduga membobol infrastruktur dompet backend dan sistem otorisasi transaksi, lalu memindahkan aset melintasi beberapa blockchain.
Bitget mengatakan bahwa Dana Perlindungan Pengguna mereka akan menanggung kerugian tersebut.
⚠️ GAMBARAN YANG LEBIH BESAR
Peretas yang terkait dengan Korea Utara telah dikaitkan dengan beberapa serangan kripto besar.
Hot wallet, pengelolaan kunci privat, dan infrastruktur lintas rantai terus menjadi target utama.
Begitu kripto curian mulai berpindah melintasi beberapa rantai, pelacakan dan pemulihannya menjadi jauh lebih sulit.
Mengidentifikasi kelompok di balik sebuah serangan adalah satu hal.
Menangkap orang-orang yang bertanggung jawab adalah hal lain.
💀 MILIARAN DOLAR DICURI.
🌍 DAMPAK GLOBAL.
❓ DAN BEBERAPA PENYERANG TERBESAR MASIH BELUM DIKETAHUI.
Peretasan kripto mana yang paling mengejutkanmu?
#everyone #Binance #MarketSentimentToday $BTC

