Setelah melewati dua siklus bull dan bear BTC, saya sadar bahwa logika menghasilkan uang sebenarnya tidak serumit itu.
Saat bear market, tren besar bergerak turun. Tunggu pantulan, lalu cari peluang untuk melakukan short dengan leverage rendah. Saat bull market, tren besar bergerak naik. Tunggu koreksi, lalu cari posisi untuk melakukan long dengan leverage rendah.
Atur ukuran posisi, pasang stop-loss, dan jangan terlalu sering memantau pasar. Dengan begitu, banyak transaksi yang tidak perlu bisa dihindari.
Masalah terbesar banyak pemula adalah selalu ingin menunggu titik masuk yang sempurna.
Padahal, pasar tidak selalu berjalan sesuai skenario kita.
Saat semua orang menunggu untuk membeli di harga terendah, harga bisa saja keburu melesat. Saat semua orang menunggu untuk menjual di harga tertinggi, harga mungkin sudah berbalik arah.
Yang benar-benar penting bukan membeli di harga terendah atau menjual di harga tertinggi, melainkan memahami kapan struktur pasar berubah.
Posisi panah merah pada gambar menunjukkan bahwa struktur bullish pada timeframe mingguan sudah tidak valid.
Pada titik ini, pendekatan saya beralih secara bertahap dari membeli saat harga turun menjadi mencari peluang short saat harga memantul. Saya mulai dari grafik mingguan, lalu mencari area masuk di grafik harian dan timeframe 4 jam.
Stop-loss juga tidak harus selalu menggunakan persentase tetap. Yang lebih saya perhatikan adalah apakah struktur penting berhasil ditembus atau ditembus ke bawah setelah penutupan candle mingguan.
Namun, perlu diingat bahwa konfirmasi dari penutupan mingguan hanyalah salah satu acuan untuk mengambil keputusan. Itu bukan berarti kita boleh mengabaikan batas risiko. Dalam kondisi pasar ekstrem, menunggu penutupan candle untuk bertindak mungkin sudah terlambat.
Sekarang lihat posisi roket pada gambar.
Ketika BTC menembus struktur penurunan jangka panjang dan grafik harian juga tidak lagi terus mencetak titik terendah baru, itu berarti pasar mungkin sedang bersiap untuk berbalik arah.
Pada saat seperti ini, kita tidak bisa terus-menerus terpaku pada pola pikir bear market.
Cara saya sederhana: kendalikan leverage dan ukuran posisi, cari peluang long di area support penting, dan beri diri sendiri kesempatan untuk salah satu atau dua kali.
Dalam trading, yang paling menakutkan bukanlah terkena stop-loss, melainkan ketika sistem trading sudah memberi sinyal, tetapi kamu tidak berani masuk karena sebelumnya pernah merugi.
Tentu saja, berani bukan berarti asal mempertaruhkan semua modal.
Keberanian yang sesungguhnya adalah memiliki logika trading sendiri, tahu di mana harus masuk, kapan harus mengakui kesalahan, dan berapa jumlah maksimal yang siap ditanggung sebagai kerugian.
Bukan melihat sebuah altcoin naik 20%, lalu langsung kalap dan masuk dengan seluruh modal.
Ikuti Jie Ge. Saya tidak membual atau menjanjikan hal muluk-muluk, hanya berbagi pengalaman praktis agar bisa bertahan di dunia kripto. Kalau kamu masih terus merugi dan harus memulai lagi, ayo ngobrol dengan saya. Saya akan mengajarimu cara menyederhanakan trading.
Saat bear market, tren besar bergerak turun. Tunggu pantulan, lalu cari peluang untuk melakukan short dengan leverage rendah. Saat bull market, tren besar bergerak naik. Tunggu koreksi, lalu cari posisi untuk melakukan long dengan leverage rendah.
Atur ukuran posisi, pasang stop-loss, dan jangan terlalu sering memantau pasar. Dengan begitu, banyak transaksi yang tidak perlu bisa dihindari.
Masalah terbesar banyak pemula adalah selalu ingin menunggu titik masuk yang sempurna.
Padahal, pasar tidak selalu berjalan sesuai skenario kita.
Saat semua orang menunggu untuk membeli di harga terendah, harga bisa saja keburu melesat. Saat semua orang menunggu untuk menjual di harga tertinggi, harga mungkin sudah berbalik arah.
Yang benar-benar penting bukan membeli di harga terendah atau menjual di harga tertinggi, melainkan memahami kapan struktur pasar berubah.
Posisi panah merah pada gambar menunjukkan bahwa struktur bullish pada timeframe mingguan sudah tidak valid.
Pada titik ini, pendekatan saya beralih secara bertahap dari membeli saat harga turun menjadi mencari peluang short saat harga memantul. Saya mulai dari grafik mingguan, lalu mencari area masuk di grafik harian dan timeframe 4 jam.
Stop-loss juga tidak harus selalu menggunakan persentase tetap. Yang lebih saya perhatikan adalah apakah struktur penting berhasil ditembus atau ditembus ke bawah setelah penutupan candle mingguan.
Namun, perlu diingat bahwa konfirmasi dari penutupan mingguan hanyalah salah satu acuan untuk mengambil keputusan. Itu bukan berarti kita boleh mengabaikan batas risiko. Dalam kondisi pasar ekstrem, menunggu penutupan candle untuk bertindak mungkin sudah terlambat.
Sekarang lihat posisi roket pada gambar.
Ketika BTC menembus struktur penurunan jangka panjang dan grafik harian juga tidak lagi terus mencetak titik terendah baru, itu berarti pasar mungkin sedang bersiap untuk berbalik arah.
Pada saat seperti ini, kita tidak bisa terus-menerus terpaku pada pola pikir bear market.
Cara saya sederhana: kendalikan leverage dan ukuran posisi, cari peluang long di area support penting, dan beri diri sendiri kesempatan untuk salah satu atau dua kali.
Dalam trading, yang paling menakutkan bukanlah terkena stop-loss, melainkan ketika sistem trading sudah memberi sinyal, tetapi kamu tidak berani masuk karena sebelumnya pernah merugi.
Tentu saja, berani bukan berarti asal mempertaruhkan semua modal.
Keberanian yang sesungguhnya adalah memiliki logika trading sendiri, tahu di mana harus masuk, kapan harus mengakui kesalahan, dan berapa jumlah maksimal yang siap ditanggung sebagai kerugian.
Bukan melihat sebuah altcoin naik 20%, lalu langsung kalap dan masuk dengan seluruh modal.
Ikuti Jie Ge. Saya tidak membual atau menjanjikan hal muluk-muluk, hanya berbagi pengalaman praktis agar bisa bertahan di dunia kripto. Kalau kamu masih terus merugi dan harus memulai lagi, ayo ngobrol dengan saya. Saya akan mengajarimu cara menyederhanakan trading.
