Peristiwa besar di dunia kripto: Binance mengalami insiden keamanan serius (aset senilai sekitar 6,3 miliar dolar AS terdampak), yang memicu serangkaian reaksi dari pejabat tinggi dan lembaga penegak hukum AS.

1️⃣ Peretas Korea Utara yang bertanggung jawab?
Menurut analisis TRM Labs dan sejumlah lembaga analisis on-chain lainnya, dalang di balik insiden ini kemungkinan besar adalah kelompok peretas Korea Utara TraderTraitor.

2️⃣ Secret Service bekerja sama dengan Circle
Secret Service AS telah bertindak dan bekerja sama dengan pihak swasta, termasuk Circle (penerbit USDC), untuk mengerahkan segala upaya dalam mengidentifikasi, membekukan, dan melacak dana yang dicuri, dengan harapan membantu Binance mendapatkan kembali dananya.

3️⃣ Tanggapan Trump: sedang diselidiki, ia merasa agak khawatir
Pada 30 Oktober, Trump ditanya mengenai hal ini di Gedung Putih. Saat ditanya apakah Korea Utara yang melakukannya, ia menjawab bahwa mereka belum tahu dan sedang menyelidikinya.
Yang menarik, ia menyebut bahwa petinggi Binance meyakinkannya situasi pada dasarnya sudah terkendali. Namun, Trump sendiri tampaknya kurang yakin dengan aset virtual. Ia blak-blakan mengatakan bahwa orang-orang tidak bisa melihat aset fisiknya dan ia selalu merasa hal ini agak berbahaya.

6,3 miliar dolar AS bukan jumlah yang kecil. Dalam menghadapi kelompok peretas tingkat negara, upaya bursa saja tidak lagi cukup. Kini, situasi telah berkembang menjadi operasi gabungan yang melibatkan lembaga penegak hukum AS, penerbit stablecoin yang patuh pada regulasi, dan lembaga analisis on-chain. Kelanjutan upaya pemulihan dana ini akan berdampak besar terhadap regulasi dan tingkat kepercayaan di seluruh industri kripto.

Pertarungan keamanan di dunia kripto kini telah menjadi ajang persaingan antara lembaga penegak hukum tingkat negara.$ZEC