Ikhtisar pasar logam global untuk 26–31 Oktober 2026

📉 Logam mulia mengalami tekanan jual yang kuat pada akhir pekan, sementara pergerakan logam dasar berbeda-beda mengikuti kondisi penawaran dan permintaan. Pada 30 Oktober, harga emas spot turun sekitar 3,5% menjadi sekitar $3.881/ons, sementara perak turun sekitar 6,5% ke kisaran $49/ons.

🏦 The Fed mempertahankan suku bunga di 3,75–4%, tetapi dua anggotanya lebih memilih kenaikan lagi, menyoroti kekhawatiran inflasi yang terus berlanjut. Data ekonomi AS yang tangguh dan harga minyak yang tinggi memperkuat ekspektasi kebijakan moneter ketat, sehingga meningkatkan biaya peluang untuk memegang logam mulia.

💧 Aksi jual saham teknologi mungkin meningkatkan permintaan uang tunai dan memicu pengurangan leverage, sehingga menekan emas bersama aset lainnya. Kerugian perak lebih besar karena terpapar arus investasi sekaligus permintaan industri.

📊 Data COT per 27 Oktober menunjukkan bahwa spekulan besar mengurangi posisi net long emas mereka sekitar 13.400 kontrak dibandingkan pekan sebelumnya. Ini mencerminkan sikap hati-hati menjelang aksi jual pada Jumat, meskipun tidak menunjukkan adanya pembalikan arus investasi jangka panjang.

🏭 Di antara logam dasar, persediaan aluminium LME sekitar 231.200 ton dan harga tunai yang berada di atas harga kontrak tiga bulan memberikan dukungan relatif. Tembaga menghadapi faktor-faktor yang saling berlawanan: aksi mogok di Highland Valley meningkatkan risiko pasokan, sementara prospek permintaan China masih membutuhkan konfirmasi yang lebih jelas.

🔎 Ekspektasi suku bunga AS, harga minyak, dan pengurangan leverage lebih lanjut tetap menjadi faktor utama yang memengaruhi emas dan perak. Untuk logam dasar, perubahan persediaan dan konsumsi aktual akan membantu menentukan ketahanan harga; stok yang rendah atau gangguan pasokan saja tidak menjamin tren kenaikan.

#MetalsInsights $XAU $XAG $COPPER