🚨🇺🇸 BINANCE MENGALAMI PERAMPOKAN KRIPTO TERBESAR DALAM SEJARAH: US$ 6,3 MILIAR DICURI DALAM SERANGAN SIBER.

Pasar kripto menghadapi salah satu insiden paling serius dalam sejarahnya.

Pada 29 Oktober 2026, sekitar US$ 6,3 miliar aset kripto ditarik dari dompet operasional Binance melalui transaksi tanpa izin.

Investigasi awal perusahaan menunjukkan kemungkinan laptop seorang insinyur DevOps telah disusupi, sehingga memungkinkan akses ke sistem internal yang bertanggung jawab memproses transaksi. Binance kemudian menyatakan telah mengidentifikasi titik-titik kompromi lainnya dan masih menyelidiki bagaimana serangan itu terjadi.

Respons terhadap serangan tersebut mengungkap perbedaan mendasar di antara aset digital.

Binance menyatakan bahwa sekitar US$ 3 miliar aset telah dibekukan dengan bantuan mitra industri. Analisis independen mengidentifikasi sekitar US$ 2,7 miliar hingga US$ 2,84 miliar yang benar-benar dibekukan.

Sebagian besar nilai tersebut berada dalam stablecoin, seperti USDT dan USDC. Perusahaan seperti Tether dan Circle memiliki mekanisme yang memungkinkan mereka memblokir token tertentu.

Namun, ada satu masalah: Bitcoin dan Ethereum tidak memiliki perusahaan penerbit yang berwenang membekukan koinnya.

Menurut analisis TRM Labs, sekitar US$ 2,4 miliar dalam Bitcoin dan Ethereum tetap berada di luar jangkauan mekanisme pemblokiran tersebut.

Dampaknya pun terasa di pasar.

Bitcoin turun lebih dari 4% selama perdagangan hari Jumat, bahkan sempat berada di bawah US$ 78 ribu, sementara investor bereaksi terhadap skala serangan tersebut.

Insiden ini melampaui serangan terhadap Bybit pada 2025, yang menyebabkan kerugian diperkirakan sekitar US$ 1,5 miliar.

Binance menyatakan akan menggunakan dana perlindungan SAFU dan sumber daya perusahaan untuk menanggung semua kerugian, seraya menegaskan bahwa dana pengguna aman. #sol