#binancehacked
Binance mengalami pelanggaran keamanan besar yang berdampak pada aset digital senilai sekitar $6,3 miliar, menjadikannya peretasan kripto terbesar dalam sejarah, menurut perkiraan Al Jazeera. [1, 2]
Detail Utama Insiden
Skala Pencurian: Para penyerang menguras atau memengaruhi aset senilai sekitar $6,3 miliar di berbagai blockchain (termasuk Ethereum, Bitcoin, Solana, Tron, dan lainnya). [1, 2]
Dana yang Dibekukan: Organisasi mitra dan penerbit stablecoin seperti Tether, Circle, dan Ripple telah membekukan aset curian senilai sekitar $3 miliar, sehingga para peretas tidak dapat menggunakannya. Sekitar $3 miliar masih belum dibekukan dan berada dalam kendali para penyerang. [1, 2, 3, 4]
Pihak yang Bertanggung Jawab: Perusahaan intelijen blockchain, termasuk TRM Labs dan Chainalysis, mengaitkan serangan rumit tersebut dengan TraderTraitor, kelompok peretas yang disponsori negara Korea Utara. [1, 2, 3]
Bagaimana Ini Terjadi: Investigasi awal mengarah pada laptop seorang teknisi yang telah disusupi dan penyalahgunaan infrastruktur penandatanganan dompet, sementara Binance kemudian menyatakan bahwa pelanggaran tersebut melibatkan beberapa titik masuk. [1, 2, 3]
Status Penarikan: Binance menangguhkan penarikan setelah serangan tersebut, tetapi menyatakan bahwa deposit pengguna tidak terdampak, dana pelanggan akan dijamin sepenuhnya oleh perusahaan, dan penarikan diperkirakan akan kembali tersedia dalam satu atau dua hari. [1, 2]
Dampak Pasar: Mata uang kripto utama seperti Bitcoin (yang sempat turun di bawah $77.000) dan token asli Binance, BNB, anjlok setelah berita tersebut. [1, 2]
Binance mengalami pelanggaran keamanan besar yang berdampak pada aset digital senilai sekitar $6,3 miliar, menjadikannya peretasan kripto terbesar dalam sejarah, menurut perkiraan Al Jazeera. [1, 2]
Detail Utama Insiden
Skala Pencurian: Para penyerang menguras atau memengaruhi aset senilai sekitar $6,3 miliar di berbagai blockchain (termasuk Ethereum, Bitcoin, Solana, Tron, dan lainnya). [1, 2]
Dana yang Dibekukan: Organisasi mitra dan penerbit stablecoin seperti Tether, Circle, dan Ripple telah membekukan aset curian senilai sekitar $3 miliar, sehingga para peretas tidak dapat menggunakannya. Sekitar $3 miliar masih belum dibekukan dan berada dalam kendali para penyerang. [1, 2, 3, 4]
Pihak yang Bertanggung Jawab: Perusahaan intelijen blockchain, termasuk TRM Labs dan Chainalysis, mengaitkan serangan rumit tersebut dengan TraderTraitor, kelompok peretas yang disponsori negara Korea Utara. [1, 2, 3]
Bagaimana Ini Terjadi: Investigasi awal mengarah pada laptop seorang teknisi yang telah disusupi dan penyalahgunaan infrastruktur penandatanganan dompet, sementara Binance kemudian menyatakan bahwa pelanggaran tersebut melibatkan beberapa titik masuk. [1, 2, 3]
Status Penarikan: Binance menangguhkan penarikan setelah serangan tersebut, tetapi menyatakan bahwa deposit pengguna tidak terdampak, dana pelanggan akan dijamin sepenuhnya oleh perusahaan, dan penarikan diperkirakan akan kembali tersedia dalam satu atau dua hari. [1, 2]
Dampak Pasar: Mata uang kripto utama seperti Bitcoin (yang sempat turun di bawah $77.000) dan token asli Binance, BNB, anjlok setelah berita tersebut. [1, 2]