Israel menyerahkan Alexander Block kepada jaksa AS pada Kamis untuk menghadapi dakwaan terkait eksploitasi senilai $2,8 juta terhadap jembatan kripto Nomad.
Ekstradisi tersebut diproses setelah Mahkamah Agung Israel memutuskan bahwa memanfaatkan kelemahan perangkat lunak dapat dianggap sebagai tindak pidana, sekalipun kode tersebut mengizinkannya, dan menolak semua upaya banding lanjutan dalam kasus ini.
Mengapa Alexander Block diekstradisi ke AS?
Alexander Block, warga negara Israel-Rusia yang sebelumnya dikenal sebagai Alexander Gurevich, telah diserahkan kepada jaksa AS untuk menghadapi dakwaan terkait eksploitasi senilai $2,8 juta terhadap jembatan kripto Nomad.
Block berargumen di hadapan hakim Israel bahwa meskipun ia mengeksploitasi sebuah celah, semua yang dilakukannya menggunakan fungsi yang diizinkan oleh sistem otomatis Nomad. Ia juga berargumen bahwa catatan publik blockchain atas transfernya membantah tuduhan pencucian uang.
Mahkamah Agung tidak sependapat dan memutuskan bahwa dengan sengaja mengeksploitasi bug untuk mengambil dana merupakan penyusupan komputer yang bersifat kriminal, dan bahwa kontrak yang mengizinkan tindakannya bukanlah pembelaan yang sah. Mahkamah juga menyatakan bahwa transaksi sebuah dompet yang terlihat oleh publik tidak mengungkap siapa yang mengendalikannya, dan tidak menutup kemungkinan adanya upaya untuk menyembunyikan asal uang tersebut.
Presiden Mahkamah Agung Isaac Amit kemudian menolak permintaan Block untuk mengadakan sidang ulang, dan karena tak ada lagi upaya banding, departemen internasional kejaksaan, Kepolisian Israel, dan Interpol berkoordinasi untuk mengekstradisinya.
Bagaimana pengurasan Nomad bermula?
Nomad adalah jembatan yang dibangun oleh Illusory Systems, yang memungkinkan pengguna memindahkan nilai antarblockchain. Cara kerjanya adalah dengan mengunci aset di satu rantai sebelum melepaskan token yang setara di rantai lain.
Jaksa di Distrik Utara California menyatakan bahwa pembaruan pada kontrak pintar Nomad pada Juni 2022 menciptakan celah dalam sistem yang kemudian dieksploitasi oleh pihak-pihak jahat.
Permintaan ekstradisi yang dikutip dalam putusan Israel menyebutkan bahwa seorang pengguna bernama “Bitlik” berada di balik pencurian pertama. Ia diduga melakukan enam transfer uji coba untuk menyelidiki bug tersebut, lalu empat transfer sungguhan senilai lebih dari $2,8 juta pada atau sekitar 1 Agustus 2022.
Untuk menyembunyikan asal uang tersebut, Block diduga memindahkannya antar-dompet dan mengonversinya menjadi mata uang kripto lain.
Transfernya juga mengungkap bug tersebut kepada semua orang. Pengguna lain bergegas masuk dan menguras dompet Nomad yang menyimpan lebih dari $186 juta, dalam aksi rebutan bebas yang menghabiskan hampir seluruh dana jembatan itu.
Pada Agustus 2023, dewan juri federal mendakwa Block atas delapan tuduhan, termasuk penipuan komputer, pengangkutan barang curian, dan pencucian uang.
AS meminta ekstradisinya pada Desember 2024, dan polisi Israel menangkapnya di Bandara Ben-Gurion pada Mei 2025 saat ia bersiap menaiki penerbangan ke Rusia, beberapa hari setelah ia mengganti nama belakangnya dari Gurevich menjadi Block dan memperoleh paspor dengan nama barunya.
Apakah dewan juri AS sepakat dengan “kode adalah hukum”?
Berbeda dengan penolakan Mahkamah Agung Israel terhadap argumen “kode adalah hukum” dari Block, putusan-putusan di AS tidak konsisten.
Sebagai contoh, pada Mei 2025, Hakim Distrik AS Arun Subramanian membatalkan vonis penipuan terhadap Avraham Eisenberg, yang telah mengeksploitasi platform Mango Markets. Alasannya adalah bahwa New York bukan tempat yang tepat untuk mengadili perkara tersebut, dan Mango Markets tidak memiliki aturan yang melarang tindakan Eisenberg.
“Kode adalah hukum” merupakan argumen bahwa jika sebuah kontrak pintar mengizinkan suatu tindakan, tindakan tersebut tidak bisa dianggap sebagai kejahatan.
Pada November 2025, dewan juri Manhattan menemui jalan buntu dalam perkara saudara Anton dan James Peraire-Bueno, yang dituduh terlibat dalam skema Ethereum senilai $25 juta. Hakim akhirnya menyatakan sidang berakhir tanpa putusan, dan jaksa meminta agar mereka diadili ulang pada awal 2026.
Kemudian, pada 7 Oktober, dewan juri Manhattan lainnya hanya membutuhkan waktu sekitar dua jam untuk menyatakan peretas Uranium Finance, Jonathan Spalletta, bersalah atas tuduhan penipuan komputer dan pencucian uang terkait dua serangan pada 2021 yang merugikan bursa tersebut lebih dari $50 juta.
Jangan hanya membaca berita kripto. Pahami beritanya. Berlangganan buletin kami. Gratis.
