Investigasi yang masih berlangsung atas pembobolan keamanan Binance senilai $6,3 miliar—yang secara luas dianggap sebagai pencurian digital terbesar dalam sejarah keuangan—mengungkap serangan siber yang sangat canggih dan berkembang pesat. [1, 2]

Rangkuman detail utama yang sejauh ini ditemukan oleh penyelidik blockchain internal dan independen mencakup:

🛠️ Strategi Eksploitasi & Titik Masuk

Pembobolan Awal: Penyelidikan awal Binance mengarah pada laptop milik seorang insinyur DevOps yang telah disusupi sebagai titik masuk. Mesin yang disusupi ini memungkinkan para penyerang menyusup ke sistem jaringan internal dan mendapatkan akses ke kontainer pengembangan/layanan perangkat lunak yang penting. [1, 2, 3]

Proses "Serangan Kompleks": Co-CEO Binance Richard Teng menjelaskan bahwa serangan tersebut jauh lebih kompleks daripada pencurian kredensial sederhana dengan "satu klik". Para peretas tidak sekadar menggunakan izin milik satu orang, tetapi melakukan penyusupan jaringan yang rumit. [1]

EIP-7702 & Mekanisme Target: Perusahaan analitik blockchain TRM Labs melaporkan bahwa para penyerang menargetkan hot wallet di 10 blockchain yang berbeda. Di jaringan Ethereum, para peretas memanfaatkan standar EIP-7702 yang baru diterapkan. Dengan menggunakan otorisasi yang telah ditandatangani sebelumnya, mereka memaksa hot wallet Binance menjalankan "kontrak penyapu" berbahaya yang secara sistematis menguras aset ke dalam wallet yang dikendalikan peretas. [1, 2]

Menghilangkan Jejak: Para penyerang menjalankan pengurasan utama dalam waktu sekitar 20 menit dan mengaktifkan mekanisme penghancuran diri yang memusnahkan perangkat internal dan jejak digital, dengan sengaja menghambat upaya forensik. Binance belum menemukan bukti bahwa kunci privat bocor secara langsung. [1, 2, 3]

🕵️ Tersangka Utama: TraderTraitor dari Korea Utara

Sejumlah perusahaan intelijen blockchain terkemuka—termasuk TRM Labs, Chainalysis, dan Elliptic—mengaitkan pencurian tersebut dengan TraderTraitor dengan "tingkat keyakinan tinggi". [1, 2]

TraderTraitor adalah unit perang siber elit yang disponsori negara dan dioperasikan oleh Korea Utara (sering dikaitkan dengan Lazarus Group).
#BinanceSquareTalks