Platform Binance mengalami peretasan keamanan terbesar dalam sejarah pasar mata uang kripto, dengan nilai aset yang terdampak dan dicuri diperkirakan mencapai sekitar 6,3 miliar dolar AS.

​Menurut penyelidikan awal serta pernyataan yang dikeluarkan oleh platform dan perusahaan analisis jaringan blockchain, peretasan tersebut terjadi sebagai berikut:

​1. Titik awal (peretasan perangkat milik seorang insinyur)

​Investigasi menunjukkan bahwa serangan dimulai dengan meretas laptop milik salah satu insinyur operasi pengembangan platform. Peretasan ini memungkinkan para penyerang mengakses kontainer layanan (Service Container) di infrastruktur, lalu mengirimkan transaksi penarikan tanpa izin. Binance menegaskan bahwa tidak ada bukti kebocoran langsung atas kunci privat (Private Keys) dompet.

​2. Mekanisme Pelaksanaan Serangan dan Penarikan Dana

​Para penyerang memanfaatkan celah tersebut untuk mengakses salah satu dompet panas (Hot Wallets) milik platform dan melakukan transfer dalam jumlah besar atas puluhan mata uang kripto (seperti Ethereum, USDT, dan lainnya).

​Analisis teknis dan riset dari perusahaan analisis catatan mengindikasikan kemungkinan eksploitasi sejumlah fitur pada kontrak Ethereum (seperti fitur delegasi kontrak pintar) untuk melakukan penarikan berulang dan melewati sistem pemantauan secara langsung.

​3. Tindakan Cepat dan Penanganan Krisis

​Pembekuan dana: Binance bergerak cepat bekerja sama dengan perusahaan analisis keamanan, aparat penegak hukum, dan penerbit stablecoin. Upaya tersebut berhasil membekukan hampir 3 miliar dolar dana curian (termasuk jumlah besar yang dibekukan oleh Tether, Circle, dan platform kustodian lainnya).

​Penangguhan layanan: Segera setelah menemukan celah tersebut, Binance menangguhkan sementara operasi setoran dan penarikan, serta menghentikan perdagangan di platform "Binance Alpha" sebagai tindakan pencegahan.

​Komitmen ganti rugi: Manajemen platform mengumumkan bahwa dana pengguna biasa tetap aman dan berkomitmen menanggung seluruh kerugian akibat peretasan melalui dana perlindungan (SAFU) dan dana perusahaan sendiri.

​Investigasi masih berlangsung. Sejumlah laporan dari perusahaan keamanan siber mengindikasikan kemungkinan keterlibatan kelompok siber terorganisasi (seperti serangan yang terkait dengan Korea Utara) dalam serangan rumit ini.

#Binance

#bitcoin

#Write2Earn

#BinanceSquareFamily

#BinanceSquareTalks

$ETH

$SOL

$DASH