Terdesentralisasi sebelum diretas, mencari layanan pelanggan setelah diretas? Kenapa masih ada yang baru pertama kali mendengar lelucon ini sekarang? Kebetulan Kak Jiu sedang senggang, jadi mari kita bahas sedikit.

Lelucon ini sudah beredar cukup lama. Awalnya, lelucon ini menyebar di komunitas setelah Poly diretas dan kehilangan 600 juta dolar AS:

"Sebelum diretas: Kode adalah hukum, DeFi tidak membutuhkan pemerintah, polisi, atau pengadilan; setelah diretas: Hai... Polisi? Kami diretas, semua uang kami hilang, tolong bantu 😂😂😂

Keyakinan dan naluri pengguna benar-benar bertolak belakang: di mulut mereka, 'Koinku, aku yang berkuasa'; begitu uang hilang, reaksi pertama mereka adalah mencari orang, melapor ke polisi, dan meminta dana dibekukan. 😭😭😭

Terutama, ucapan CEO Enso adalah catatan penutup terbaik untuk kejadian ini: 'Jika sekelompok kecil orang saja bisa membekukan dana, perbedaannya dengan petugas kepatuhan bank jauh lebih kecil daripada yang mau diakui oleh kaum idealis DeFi.'

Kalau diterjemahkan ke bahasa sehari-hari: saat keadaan normal, desentralisasi = aku tidak perlu bertanggung jawab kepadamu; saat terjadi masalah, sentralisasi = aku punya kendali, tetapi mau membantumu atau tidak tergantung suasana hati. Untung dua kali. 😁😁😁

Kesimpulan singkat dari ungkapan populer ini: yang diejek bukan penggunanya, melainkan industrinya—selama sepuluh tahun menjual desentralisasi sebagai jargon pemasaran, tetapi pada akhirnya bahkan mereka sendiri tidak memercayainya. 🤧🤧🤧#美国中期选举倒计时,美股博弈窗口已开启?