TRANSAKSI BTC ANDA MERUGI. MENGAPA HARGA LIKUIDASI ETH ANDA BERUBAH?

Bayangkan Anda membuka dua transaksi Futures.

Transaksi BTC Anda bergerak berlawanan dengan posisi Anda. Anda terus mengawasinya, berharap harganya berbalik arah.

Lalu Anda memeriksa posisi ETH Anda.

Anda tidak menambah posisi. Anda tidak mengubah leverage-nya. Bahkan Anda tidak memasang order lain.

Namun, perkiraan harga likuidasinya berubah.

Apa yang terjadi?

Anda mungkin berpikir bursa mengubah sesuatu secara tak terduga. Namun, ada penjelasan lain yang sering luput dari perhatian pemula:

Posisi-posisi Anda mungkin berbagi margin yang sama.

Dan itu bergantung pada satu pengaturan yang perlu Anda pahami sebelum membuka transaksi Futures.

DUA POSISI TIDAK SELALU BERARTI ADA DUA JARING PENGAMAN TERPISAH.

Di Binance Futures, Anda akan menemukan dua mode margin: Cross dan Isolated.

Keduanya mungkin tampak seperti opsi kecil di layar trading, tetapi pengaturan ini mengubah cara margin Anda mendukung suatu posisi.

Misalkan Anda memiliki $10 USDT di dompet Futures dan membuka posisi BTCUSDT serta ETHUSDT.

Agar lebih sederhana, bayangkan kedua posisi menggunakan Cross Margin.

Margin yang memenuhi syarat tidak dibagi menjadi dua kotak pengaman yang sepenuhnya terpisah. Cross Margin memungkinkan margin yang memenuhi syarat dibagikan ke berbagai posisi yang menggunakan jenis aset yang sama.

Jika BTC mulai merugi, kerugian itu dapat mengurangi bantalan margin yang mendukung posisi Cross Anda yang lain. Estimasi harga likuidasi posisi tersebut dapat berubah seiring perubahan saldo margin akun.

Inilah hal yang perlu diingat:

Anda dapat mengelola setiap transaksi secara terpisah di grafik, sementara bursa mengelola margin untuk semua posisi tersebut secara bersama-sama.

Itulah sebabnya melihat setiap posisi secara terpisah dapat memberi gambaran risiko yang tidak lengkap.

APA YANG BERUBAH DENGAN ISOLATED MARGIN?

Dengan Isolated Margin, sejumlah margin tertentu dialokasikan untuk satu posisi.

Bayangkan setiap transaksi memiliki anggaran risiko tersendiri.

Jika posisi BTC Anda yang menggunakan Isolated Margin dilikuidasi, likuidasi tersebut tidak secara langsung melikuidasi posisi ETH terpisah yang juga menggunakan Isolated Margin. Margin setiap posisi dikelola secara independen.

Namun, jangan salah mengira ini sebagai perlindungan terhadap kerugian.

Posisi terisolasi tetap bisa dilikuidasi. Anda juga bisa memilih untuk menambahkan margin, sehingga jumlah dana yang Anda pertaruhkan bertambah.

Isolated Margin membantu memisahkan risiko posisi. Namun, mode ini tidak membuat transaksi yang buruk menjadi aman.

JADI, MANA YANG SEBAIKNYA DIGUNAKAN PEMULA?

Tidak ada satu pengaturan yang paling cocok untuk semua trader.

Cross Margin bisa berguna jika seseorang memang ingin posisi-posisinya berbagi margin yang tersedia. Namun, fleksibilitas ini memiliki konsekuensi penting: kerugian pada satu posisi dapat memengaruhi margin yang tersedia untuk mendukung posisi lainnya.

Isolated Margin memudahkan Anda melihat jumlah margin yang dialokasikan untuk suatu posisi. Bagi pemula yang sedang belajar mengendalikan risiko satu transaksi demi satu transaksi, pemisahan ini mungkin lebih mudah dipahami.

Kedua pengaturan ini tidak menggantikan penentuan ukuran posisi yang bijak, rencana trading, atau strategi keluar yang jelas.

Keduanya juga tidak mencegah semua likuidasi.

LAKUKAN INI SEBELUM TRANSAKSI BINANCE FUTURES BERIKUTNYA.

Buka layar trading Futures dan lihat mode margin yang ditampilkan untuk kontrak tersebut.

Jangan berasumsi bahwa modenya Isolated hanya karena Anda berniat menggunakannya.

Dokumentasi bantuan Binance menjelaskan bahwa kontrak dan posisi Futures secara default menggunakan Cross Margin. Dokumentasi tersebut juga menjelaskan bahwa perubahan mode berlaku untuk kontrak yang dipilih, dan Anda tidak dapat beralih mode saat kontrak tersebut memiliki order atau posisi terbuka.

Lalu ajukan tiga pertanyaan ini kepada diri sendiri:

1. Dana apa yang mendukung posisi ini?

2. Bisakah kerugian pada posisi lain memengaruhi margin yang tersedia untuk posisi ini?

3. Jika transaksi ini merugi, berapa banyak dari saldo akun saya yang siap saya relakan?

Pertanyaan-pertanyaan itu lebih penting daripada memilih pengaturan hanya karena namanya terdengar lebih aman.

Karena inilah pelajaran sebenarnya:

Anda tidak hanya perlu tahu ke mana arah transaksi Anda mungkin melenceng. Anda juga perlu memahami apa lagi yang bisa terdampak jika itu terjadi.

SATU PERTANYAAN SEBELUM ANDA PERGI:

Jika Anda memiliki dua transaksi Futures yang terbuka, apakah Anda lebih memilih memisahkan marginnya atau membiarkannya berbagi margin?

Dan yang lebih penting, apakah Anda tahu mode apa yang sedang Anda gunakan sekarang?

Bagikan pengalaman Anda di kolom komentar. Seseorang yang sedang belajar Futures mungkin bisa menghindari kesalahan yang merugikan dengan membaca jawaban Anda.

Crypto Survival School adalah konten edukasi, bukan nasihat keuangan. Trading Futures memiliki risiko besar, dan leverage dapat memperbesar kerugian.