Strategy meraih laba besar pada kuartal ini, tetapi pemegang saham biasa sebaiknya lebih memperhatikan eksposur BTC per saham.
Pada kuartal ketiga 2026, laba operasional mencapai US$20,91 miliar, dengan keuntungan aset digital juga sekitar US$20,91 miliar; laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham biasa sebesar US$19,12 miliar. Laba sangat dipengaruhi perubahan valuasi BTC dan tidak bisa dianggap sebagai kas operasional yang tersedia untuk langsung membayar dividen.
Per 25 Oktober, perusahaan memiliki 848.517 BTC, meningkat 26% secara keseluruhan sejak awal tahun. Namun, BTC Yield sepanjang tahun yang diungkapkan perusahaan tercatat negatif 3,7%. Ini adalah indikator perubahan rasio jumlah BTC yang dimiliki terhadap jumlah saham terdilusi hipotetis, bukan imbal hasil dari harga koin. Angka ini juga menunjukkan bahwa penambahan total kepemilikan BTC belum tentu meningkatkan eksposur per saham.
Pada periode yang sama, perusahaan mengungkapkan aset dolar AS sebesar US$5,07 miliar, yang menurut metriknya mencakup sekitar 3,4 tahun pembayaran dividen dan bunga; tingkat dividen STRC tetap 12%. Angka ini bukan biaya rata-rata seluruh pendanaan, apalagi jaminan bahwa kewajiban akan tercakup selama jangka waktu tersebut. Sepanjang tahun ini, perusahaan juga pernah menjual sekitar US$432 juta BTC untuk membayar sebagian dividen saham preferen dan membeli kembali STRC.
Ke depan, perhatikan ketentuan pendanaan, laju dilusi, dan pengeluaran kas, bukan hanya jumlah koin baru yang dibeli. Kenaikan harga BTC dapat mendongkrak laba yang dilaporkan, tetapi tidak menghapus kendala struktur modal.
Pada kuartal ketiga 2026, laba operasional mencapai US$20,91 miliar, dengan keuntungan aset digital juga sekitar US$20,91 miliar; laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham biasa sebesar US$19,12 miliar. Laba sangat dipengaruhi perubahan valuasi BTC dan tidak bisa dianggap sebagai kas operasional yang tersedia untuk langsung membayar dividen.
Per 25 Oktober, perusahaan memiliki 848.517 BTC, meningkat 26% secara keseluruhan sejak awal tahun. Namun, BTC Yield sepanjang tahun yang diungkapkan perusahaan tercatat negatif 3,7%. Ini adalah indikator perubahan rasio jumlah BTC yang dimiliki terhadap jumlah saham terdilusi hipotetis, bukan imbal hasil dari harga koin. Angka ini juga menunjukkan bahwa penambahan total kepemilikan BTC belum tentu meningkatkan eksposur per saham.
Pada periode yang sama, perusahaan mengungkapkan aset dolar AS sebesar US$5,07 miliar, yang menurut metriknya mencakup sekitar 3,4 tahun pembayaran dividen dan bunga; tingkat dividen STRC tetap 12%. Angka ini bukan biaya rata-rata seluruh pendanaan, apalagi jaminan bahwa kewajiban akan tercakup selama jangka waktu tersebut. Sepanjang tahun ini, perusahaan juga pernah menjual sekitar US$432 juta BTC untuk membayar sebagian dividen saham preferen dan membeli kembali STRC.
Ke depan, perhatikan ketentuan pendanaan, laju dilusi, dan pengeluaran kas, bukan hanya jumlah koin baru yang dibeli. Kenaikan harga BTC dapat mendongkrak laba yang dilaporkan, tetapi tidak menghapus kendala struktur modal.
