Dalam perdagangan futures, stop-loss adalah salah satu hal yang paling sering dibicarakan sekaligus paling sering diabaikan. Banyak orang tahu bahwa mereka perlu memasang stop-loss, tetapi tidak memahami perbedaan antara stop-loss pasar dan stop-loss limit, serta belum memikirkan harga mana yang sebaiknya digunakan sebagai pemicu.

Koin terkait: $BTC harga saat ini 77,443.93 (24 jam -4.58%).

■ Bagaimana cara kerja order bersyarat

Order stop-loss dan take-profit termasuk order bersyarat: sebelum harga mencapai harga pemicu yang ditetapkan, order tersebut tidak akan masuk ke buku order maupun tereksekusi; setelah terpicu, sistem baru akan mengirimkan order sesuai pengaturan yang telah ditentukan sebelumnya.

Di futures bermargin USDT Binance, Anda dapat memilih apakah kondisi pemicu ditentukan berdasarkan harga terakhir atau harga mark. Harga terakhir bereaksi lebih cepat, sedangkan harga mark lebih kecil kemungkinannya terpicu secara keliru akibat lonjakan sesaat di satu pasar.

■ Stop market dan stop limit

Setelah stop market terpicu, order dieksekusi pada harga pasar. Kemungkinan order terisi lebih besar, tetapi saat pasar bergerak tajam, slippage yang signifikan dapat terjadi sehingga harga eksekusi aktual bisa jauh berbeda dari harga pemicu.

Setelah stop limit terpicu, sebuah order limit akan dipasang. Harga eksekusi tidak akan lebih buruk daripada harga limit yang ditetapkan. Namun, jika harga langsung melampaui batas limit, order tersebut mungkin terus terbuka tanpa pernah terisi, sehingga stop loss tidak berfungsi.

■ Di mana menempatkan stop loss

Pendekatan yang cukup umum adalah menempatkan stop loss pada level harga yang menunjukkan bahwa analisis kita sudah tidak berlaku, lalu menentukan ukuran posisi berdasarkan jarak ke stop loss. Bukan menetapkan ukuran posisi terlebih dahulu, lalu asal memilih titik kerugian yang masih bisa ditanggung.

Jika stop loss terlalu dekat dengan harga masuk, pergerakan normal saja bisa menyentuhnya. Jika terlalu jauh, kerugian per transaksi bisa menjadi terlalu besar. Keseimbangan antara keduanya dicapai dengan menyesuaikan ukuran posisi, bukan terus-menerus menggeser stop loss.

■ Beberapa kebiasaan praktis

Pasang stop loss saat membuka posisi; jangan menunggu hingga kerugian mengambang membesar baru memikirkannya. Dalam mode posisi satu arah, saat memasang take profit dan stop loss, Anda bisa mencentang opsi “hanya kurangi posisi” agar setelah posisi ditutup, order bersyarat yang terpicu tidak malah membuka posisi baru ke arah berlawanan.

Setelah stop loss ditetapkan, jangan menggesernya menjauh hanya karena harganya hampir tersentuh. Sesekali terkena stop loss adalah biaya normal dalam trading. Yang lebih penting untuk dihindari adalah membiarkan kerugian kecil berubah menjadi kerugian besar.

■ Kesimpulan singkat

Arti take profit dan stop loss bukanlah memastikan setiap transaksi berakhir benar, melainkan membatasi kerugian pada level yang sudah ditentukan sebelumnya saat analisis kita keliru. Saat harga bergerak tajam, hindari mengejar order; tunggu sampai pasar lebih stabil sebelum mengambil keputusan.

Apakah kamu sudah tahu ini sebelumnya?