Penurunan besar saham Alphabet pada 29 Oktober 2026 terutama disebabkan oleh kinerja keuangan yang mengecewakan, belanja AI yang sangat besar, dan kekhawatiran terhadap bisnis iklan penelusuran Google. Saham turun sekitar 13%, sehingga sekitar $500 miliar nilai pasar terancam.
Berikut 4 alasan utamanya.
1. 💸 Belanja besar-besaran untuk AI
Alphabet menghabiskan sekitar $51.4 miliar untuk investasi modal selama kuartal ketiga, sebagian besar terkait infrastruktur AI dan pusat data.
Yang lebih mengkhawatirkan, arus kas bebasnya menjadi negatif, mencapai sekitar −$9.1 miliar. Investor mempertanyakan apakah Alphabet akan menghasilkan imbal hasil yang cukup untuk membenarkan belanja yang sangat besar ini.
2. 🔍 Bisnis penelusuran Google melambat
Google menghasilkan banyak uang dari iklan di mesin pencarinya.
Namun, pertumbuhan pendapatan dari penelusuran melambat menjadi sekitar 12%, di bawah ekspektasi analis sekitar 15%.
Investor juga khawatir bahwa chatbot AI dapat mengubah cara orang mencari informasi, yang berpotensi mengancam bisnis iklan tradisional Google.
3. 📉 Kinerja keuangan mengecewakan investor
Alphabet melaporkan:
* Pendapatan: $127.6 miliar, di bawah ekspektasi.
* Laba bersih: $26.17 miliar, turun sekitar 25% dibandingkan tahun sebelumnya.
* Laba per saham yang disesuaikan: $2.67, di bawah ekspektasi analis sebesar $3.02.
Hasil tersebut mengecewakan investor yang mengantisipasi kinerja keuangan yang lebih kuat.
4. 🤖 Investor khawatir belanja AI mungkin tidak membuahkan hasil
Bisnis Google Cloud milik Alphabet berkinerja kuat, dengan pendapatan yang meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi $30.71 miliar.
Meski demikian, investor khawatir perusahaan menghabiskan dana yang sangat besar untuk bersaing dalam perlombaan AI, sementara bisnis penelusuran tradisionalnya menghadapi tekanan yang semakin besar. Manajemen juga mengisyaratkan bahwa belanja modal akan meningkat secara signifikan pada 2027.
Berikut 4 alasan utamanya.
1. 💸 Belanja besar-besaran untuk AI
Alphabet menghabiskan sekitar $51.4 miliar untuk investasi modal selama kuartal ketiga, sebagian besar terkait infrastruktur AI dan pusat data.
Yang lebih mengkhawatirkan, arus kas bebasnya menjadi negatif, mencapai sekitar −$9.1 miliar. Investor mempertanyakan apakah Alphabet akan menghasilkan imbal hasil yang cukup untuk membenarkan belanja yang sangat besar ini.
2. 🔍 Bisnis penelusuran Google melambat
Google menghasilkan banyak uang dari iklan di mesin pencarinya.
Namun, pertumbuhan pendapatan dari penelusuran melambat menjadi sekitar 12%, di bawah ekspektasi analis sekitar 15%.
Investor juga khawatir bahwa chatbot AI dapat mengubah cara orang mencari informasi, yang berpotensi mengancam bisnis iklan tradisional Google.
3. 📉 Kinerja keuangan mengecewakan investor
Alphabet melaporkan:
* Pendapatan: $127.6 miliar, di bawah ekspektasi.
* Laba bersih: $26.17 miliar, turun sekitar 25% dibandingkan tahun sebelumnya.
* Laba per saham yang disesuaikan: $2.67, di bawah ekspektasi analis sebesar $3.02.
Hasil tersebut mengecewakan investor yang mengantisipasi kinerja keuangan yang lebih kuat.
4. 🤖 Investor khawatir belanja AI mungkin tidak membuahkan hasil
Bisnis Google Cloud milik Alphabet berkinerja kuat, dengan pendapatan yang meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi $30.71 miliar.
Meski demikian, investor khawatir perusahaan menghabiskan dana yang sangat besar untuk bersaing dalam perlombaan AI, sementara bisnis penelusuran tradisionalnya menghadapi tekanan yang semakin besar. Manajemen juga mengisyaratkan bahwa belanja modal akan meningkat secara signifikan pada 2027.

