#soliduslabs称hyperliquid原油合约疑遭幌骗 $HYPE
【Ikuti Laojiu, kekayaan ada di tanganmu】Kontrak minyak mentah Hyperliquid diduga mengalami spoofing! Order abnormal senilai 170 juta dolar AS memicu perhatian regulator
Pasar derivatif terdesentralisasi kembali menjadi sorotan! Menurut laporan Bloomberg, analisis lembaga pemantau pasar Solidus Labs menemukan bahwa pada 8–10 Maret tahun ini, para trader diduga melakukan aksi pasang dan tarik order yang tidak biasa di pasar kontrak perpetual minyak mentah melalui dua akun di Hyperliquid. Nilai order yang dipasang melebihi 170 juta dolar AS, dengan perkiraan keuntungan sekitar 119.000 dolar AS selama tiga hari.
📌 Apa yang sebenarnya terjadi?
1️⃣ Memasang order besar, bertransaksi secara bersamaan di sisi lain
Akun-akun terkait dituduh memasang order besar di satu sisi buku order, lalu segera membatalkannya, sembari menyelesaikan transaksi di sisi lain. Laporan tersebut menyebutkan bahwa dalam salah satu aksi, order jual sekitar 17 juta dolar AS dibatalkan, sementara order beli sekitar 425.000 dolar AS berhasil dieksekusi.
2️⃣ Mengapa disebut “spoofing”?
Spoofing biasanya merujuk pada tindakan trader memasang order tanpa niat sungguh-sungguh untuk mengeksekusinya, dengan tujuan menciptakan kesan palsu tentang penawaran dan permintaan serta memengaruhi penilaian trader lain. Namun, pembatalan order yang sering terjadi saja tidak cukup untuk membuktikan adanya manipulasi. Solidus juga menyatakan bahwa niat di balik transaksi tersebut masih perlu diselidiki lebih lanjut.
3️⃣ Apa dampaknya bagi Hyperliquid dan HYPE?
Peristiwa ini dapat meningkatkan perhatian pasar terhadap pengendalian risiko, pemantauan pasar, dan persyaratan regulasi bagi derivatif on-chain. Hyperliquid Labs menanggapi bahwa catatan order, pembatalan, dan transaksi di platform tersebut semuanya tercatat secara terbuka di blockchain dan dapat ditinjau oleh pelaku pasar maupun regulator. Transparansi publik membantu melacak aktivitas, tetapi bukan berarti risiko otomatis hilang.
【Ikuti Laojiu, kekayaan ada di tanganmu】Kontrak minyak mentah Hyperliquid diduga mengalami spoofing! Order abnormal senilai 170 juta dolar AS memicu perhatian regulator
Pasar derivatif terdesentralisasi kembali menjadi sorotan! Menurut laporan Bloomberg, analisis lembaga pemantau pasar Solidus Labs menemukan bahwa pada 8–10 Maret tahun ini, para trader diduga melakukan aksi pasang dan tarik order yang tidak biasa di pasar kontrak perpetual minyak mentah melalui dua akun di Hyperliquid. Nilai order yang dipasang melebihi 170 juta dolar AS, dengan perkiraan keuntungan sekitar 119.000 dolar AS selama tiga hari.
📌 Apa yang sebenarnya terjadi?
1️⃣ Memasang order besar, bertransaksi secara bersamaan di sisi lain
Akun-akun terkait dituduh memasang order besar di satu sisi buku order, lalu segera membatalkannya, sembari menyelesaikan transaksi di sisi lain. Laporan tersebut menyebutkan bahwa dalam salah satu aksi, order jual sekitar 17 juta dolar AS dibatalkan, sementara order beli sekitar 425.000 dolar AS berhasil dieksekusi.
2️⃣ Mengapa disebut “spoofing”?
Spoofing biasanya merujuk pada tindakan trader memasang order tanpa niat sungguh-sungguh untuk mengeksekusinya, dengan tujuan menciptakan kesan palsu tentang penawaran dan permintaan serta memengaruhi penilaian trader lain. Namun, pembatalan order yang sering terjadi saja tidak cukup untuk membuktikan adanya manipulasi. Solidus juga menyatakan bahwa niat di balik transaksi tersebut masih perlu diselidiki lebih lanjut.
3️⃣ Apa dampaknya bagi Hyperliquid dan HYPE?
Peristiwa ini dapat meningkatkan perhatian pasar terhadap pengendalian risiko, pemantauan pasar, dan persyaratan regulasi bagi derivatif on-chain. Hyperliquid Labs menanggapi bahwa catatan order, pembatalan, dan transaksi di platform tersebut semuanya tercatat secara terbuka di blockchain dan dapat ditinjau oleh pelaku pasar maupun regulator. Transparansi publik membantu melacak aktivitas, tetapi bukan berarti risiko otomatis hilang.