Harga yang Harus Dibayar untuk Leverage 22 Kali
Pukul 03.17 dini hari, ponsel Chen Hao bergetar sekali.
Ia langsung duduk tegak di ranjang, meraih ponselnya. Cahaya biru layar menyilaukan matanya hingga ia menyipit. Itu notifikasi peringatan likuidasi dari Binance. Jantungnya berdegup kencang. Dengan jari gemetar, ia membuka aplikasi. Angka di hadapannya seketika menyadarkannya.
HYPE, 91,04 dolar AS.
"Tidak mungkin…" gumamnya. Tiga jam sebelumnya, ia menyaksikan sendiri HYPE meroket dari 78 dolar. Saat itu ia sudah membuka posisi long dengan leverage 22 kali menggunakan seluruh modalnya. Keuntungan mengambang di akunnya sudah lebih dari 20 ribu yuan. Bahkan, ia sudah membayangkan dalam hati: begitu harganya naik ke 95, ia akan menutup posisi dan memakai uang itu untuk membelikan kalung yang sudah lama diincar pacarnya.
Namun, ia tidak menutup posisinya.
Saat harga mencapai 82, ia menambah posisi. Di harga 85, ia menambah lagi. Seseorang di grup berteriak, "HYPE bakal tembus 100!" dan ia percaya. Ia mempertaruhkan semua USDT miliknya. Leverage-nya terus dinaikkan dari 10 kali hingga 22 kali. Saat itu, ia merasa dirinya jenius, calon legenda dunia kripto berikutnya.
Lalu harga mulai terkoreksi.
88, 87, 85. Ia meyakinkan dirinya bahwa ini hanya koreksi biasa, ia hanya perlu bertahan. Namun, saat harga jatuh di bawah 83, rasio marginnya sudah menyala merah. Dengan panik, ia mentransfer uang ke akunnya dan memasukkan seluruh sisa 30 ribu yuan di rekening banknya.
82, 80, 79.
Tiga puluh ribu yuan itu seperti batu yang dilempar ke laut, bahkan tak menimbulkan riak.
78,19, harga terendah hari ini. Ponselnya bergetar lagi, kali ini dengan pemberitahuan likuidasi. Posisi long dengan leverage 22 kali dilikuidasi seluruhnya. Saldo akun: 0,00 USDT.
Chen Hao terpaku duduk di tepi ranjang. Cahaya layar ponsel menyinari wajahnya yang pucat. Enam puluh tiga ribu yuan—gaji dua bulannya ditambah seluruh tabungannya—lenyap dalam waktu kurang dari enam jam.
Ia membuka grup WeChat. Orang yang tadi berteriak "tembus 100" kini sudah membisukan grup. Isinya dipenuhi ratapan, dengan tangkapan layar posisi yang dilikuidasi berserakan di mana-mana. Ada yang rugi lebih dari seratus ribu yuan, ada juga yang sampai menghabiskan uang cicilan rumah. Tiba-tiba Chen Hao merasa dirinya bukan yang paling parah, tetapi pikiran itu sama sekali tidak membuatnya merasa lebih baik.
Di luar jendela, fajar hampir tiba. Lampu-lampu kota menyala satu per satu. Chen Hao menatap grafik candlestick HYPE. Harganya sudah kembali ke 91 dolar. Seandainya ia tidak menggunakan leverage, seandainya ia memasang stop loss, seandainya ia menuruti pacarnya saat harga 85 dan pergi tidur alih-alih menambah posisi.
Sayangnya, di dunia kripto tidak ada kata seandainya.
Ia mematikan ponselnya, kembali berbaring, lalu menatap langit-langit. Ponselnya bergetar sekali lagi. Pesan dari pacarnya: "Selamat pagi, jemput aku sepulang kerja hari ini ya."
Chen Hao memejamkan mata. Sesuatu mengalir dari sudut matanya.
#合约爆仓 #HYPE #PerdaganganLeverage
Pukul 03.17 dini hari, ponsel Chen Hao bergetar sekali.
Ia langsung duduk tegak di ranjang, meraih ponselnya. Cahaya biru layar menyilaukan matanya hingga ia menyipit. Itu notifikasi peringatan likuidasi dari Binance. Jantungnya berdegup kencang. Dengan jari gemetar, ia membuka aplikasi. Angka di hadapannya seketika menyadarkannya.
HYPE, 91,04 dolar AS.
"Tidak mungkin…" gumamnya. Tiga jam sebelumnya, ia menyaksikan sendiri HYPE meroket dari 78 dolar. Saat itu ia sudah membuka posisi long dengan leverage 22 kali menggunakan seluruh modalnya. Keuntungan mengambang di akunnya sudah lebih dari 20 ribu yuan. Bahkan, ia sudah membayangkan dalam hati: begitu harganya naik ke 95, ia akan menutup posisi dan memakai uang itu untuk membelikan kalung yang sudah lama diincar pacarnya.
Namun, ia tidak menutup posisinya.
Saat harga mencapai 82, ia menambah posisi. Di harga 85, ia menambah lagi. Seseorang di grup berteriak, "HYPE bakal tembus 100!" dan ia percaya. Ia mempertaruhkan semua USDT miliknya. Leverage-nya terus dinaikkan dari 10 kali hingga 22 kali. Saat itu, ia merasa dirinya jenius, calon legenda dunia kripto berikutnya.
Lalu harga mulai terkoreksi.
88, 87, 85. Ia meyakinkan dirinya bahwa ini hanya koreksi biasa, ia hanya perlu bertahan. Namun, saat harga jatuh di bawah 83, rasio marginnya sudah menyala merah. Dengan panik, ia mentransfer uang ke akunnya dan memasukkan seluruh sisa 30 ribu yuan di rekening banknya.
82, 80, 79.
Tiga puluh ribu yuan itu seperti batu yang dilempar ke laut, bahkan tak menimbulkan riak.
78,19, harga terendah hari ini. Ponselnya bergetar lagi, kali ini dengan pemberitahuan likuidasi. Posisi long dengan leverage 22 kali dilikuidasi seluruhnya. Saldo akun: 0,00 USDT.
Chen Hao terpaku duduk di tepi ranjang. Cahaya layar ponsel menyinari wajahnya yang pucat. Enam puluh tiga ribu yuan—gaji dua bulannya ditambah seluruh tabungannya—lenyap dalam waktu kurang dari enam jam.
Ia membuka grup WeChat. Orang yang tadi berteriak "tembus 100" kini sudah membisukan grup. Isinya dipenuhi ratapan, dengan tangkapan layar posisi yang dilikuidasi berserakan di mana-mana. Ada yang rugi lebih dari seratus ribu yuan, ada juga yang sampai menghabiskan uang cicilan rumah. Tiba-tiba Chen Hao merasa dirinya bukan yang paling parah, tetapi pikiran itu sama sekali tidak membuatnya merasa lebih baik.
Di luar jendela, fajar hampir tiba. Lampu-lampu kota menyala satu per satu. Chen Hao menatap grafik candlestick HYPE. Harganya sudah kembali ke 91 dolar. Seandainya ia tidak menggunakan leverage, seandainya ia memasang stop loss, seandainya ia menuruti pacarnya saat harga 85 dan pergi tidur alih-alih menambah posisi.
Sayangnya, di dunia kripto tidak ada kata seandainya.
Ia mematikan ponselnya, kembali berbaring, lalu menatap langit-langit. Ponselnya bergetar sekali lagi. Pesan dari pacarnya: "Selamat pagi, jemput aku sepulang kerja hari ini ya."
Chen Hao memejamkan mata. Sesuatu mengalir dari sudut matanya.
#合约爆仓 #HYPE #PerdaganganLeverage