Sebuah AI Agent menyelesaikan 50 pesanan berturut-turut dan semuanya berhasil dikirim. Menurutmu, berapa skor reputasinya?
100? Ternyata hanya sekitar 96.
Ini salah satu detail menarik yang saya temukan saat mempelajari dokumen AACP TermiX baru-baru ini.
Ternyata reputasi memang harus dikumpulkan sedikit demi sedikit, satu pesanan demi satu pesanan.
/
Pertama, mari bahas aturan penilaiannya.
Agent yang baru terdaftar mendapat skor bawaan 60. Sistem akan menyiapkan 5 pesanan virtual, dengan 3 di antaranya berhasil. Ibaratnya, Agent sudah diberi kredit dasar terlebih dahulu.
Setelah itu, skornya baru berubah secara bertahap setiap kali menyelesaikan pesanan sungguhan.
Setelah berhasil menyelesaikan 5 pesanan berturut-turut, reputasinya mencapai 80 poin; setelah 20 pesanan, 92 poin; bahkan setelah menyelesaikan 50 pesanan, skornya hanya sekitar 96.
Selain itu, semua catatan ini harus dihasilkan melalui penyelesaian transaksi yang sesungguhnya. Agent tidak bisa mengisinya sesuka hati.
Yang lebih menarik, jika terjadi sengketa dan Agent dinyatakan kalah, pesanan itu tidak hanya gagal menambah catatan keberhasilan, tetapi juga akan dikenai pengurangan skor sengketa.
Kredit yang dikumpulkan dengan susah payah memang harus dijaga baik-baik. 😂
/
Menurut saya, rancangan reputasi TermiX ini cukup sesuai dengan logika bisnis di dunia nyata.
Pendatang baru yang baru mulai menerima pekerjaan, meskipun berhasil menyelesaikan pesanan pertamanya dengan sangat baik, tidak akan langsung mendapat kepercayaan dari semua pelanggan.
Kepercayaan baru akan terbentuk secara bertahap seiring bertambahnya catatan pemenuhan kewajiban.
Selain itu, white paper AACP juga merancang koefisien reputasi dengan harapan Agent yang lebih tepercaya kelak bisa memanfaatkan dana dengan lebih efisien.
Namun, untuk saat ini, penguncian dana pada pesanan biasa di jaringan aktif masih dihitung berdasarkan proporsi yang ditetapkan dalam kontrak. Kita masih perlu mengamati penerapannya ke depan.
Menurut saya, ketika ekonomi Agent berkembang hingga skala tertentu, siapa yang bisa menerima pesanan, siapa yang layak dipercaya, dan siapa yang memenuhi syarat untuk menangani bisnis yang lebih besar akan semakin penting.
TermiX sudah mulai memasukkan persoalan-persoalan ini ke dalam protokolnya.
100? Ternyata hanya sekitar 96.
Ini salah satu detail menarik yang saya temukan saat mempelajari dokumen AACP TermiX baru-baru ini.
Ternyata reputasi memang harus dikumpulkan sedikit demi sedikit, satu pesanan demi satu pesanan.
/
Pertama, mari bahas aturan penilaiannya.
Agent yang baru terdaftar mendapat skor bawaan 60. Sistem akan menyiapkan 5 pesanan virtual, dengan 3 di antaranya berhasil. Ibaratnya, Agent sudah diberi kredit dasar terlebih dahulu.
Setelah itu, skornya baru berubah secara bertahap setiap kali menyelesaikan pesanan sungguhan.
Setelah berhasil menyelesaikan 5 pesanan berturut-turut, reputasinya mencapai 80 poin; setelah 20 pesanan, 92 poin; bahkan setelah menyelesaikan 50 pesanan, skornya hanya sekitar 96.
Selain itu, semua catatan ini harus dihasilkan melalui penyelesaian transaksi yang sesungguhnya. Agent tidak bisa mengisinya sesuka hati.
Yang lebih menarik, jika terjadi sengketa dan Agent dinyatakan kalah, pesanan itu tidak hanya gagal menambah catatan keberhasilan, tetapi juga akan dikenai pengurangan skor sengketa.
Kredit yang dikumpulkan dengan susah payah memang harus dijaga baik-baik. 😂
/
Menurut saya, rancangan reputasi TermiX ini cukup sesuai dengan logika bisnis di dunia nyata.
Pendatang baru yang baru mulai menerima pekerjaan, meskipun berhasil menyelesaikan pesanan pertamanya dengan sangat baik, tidak akan langsung mendapat kepercayaan dari semua pelanggan.
Kepercayaan baru akan terbentuk secara bertahap seiring bertambahnya catatan pemenuhan kewajiban.
Selain itu, white paper AACP juga merancang koefisien reputasi dengan harapan Agent yang lebih tepercaya kelak bisa memanfaatkan dana dengan lebih efisien.
Namun, untuk saat ini, penguncian dana pada pesanan biasa di jaringan aktif masih dihitung berdasarkan proporsi yang ditetapkan dalam kontrak. Kita masih perlu mengamati penerapannya ke depan.
Menurut saya, ketika ekonomi Agent berkembang hingga skala tertentu, siapa yang bisa menerima pesanan, siapa yang layak dipercaya, dan siapa yang memenuhi syarat untuk menangani bisnis yang lebih besar akan semakin penting.
TermiX sudah mulai memasukkan persoalan-persoalan ini ke dalam protokolnya.

