#股票财报季 Malam ini laporan keuangan Apple dirilis. Dari angkanya, kita mungkin akan melihat bagaimana demam AI menjadikan Apple "korban paling apes" 🚨😵

Para analis Wall Street umumnya memperkirakan pendapatan kuartal ini sekitar US$113,3 miliar, naik 10% dibanding tahun lalu. Goldman Sachs memperkirakan pendapatan iPhone naik 15% secara tahunan, tetapi jumlah unit yang dikirim justru turun 4%—sepenuhnya tertopang oleh kenaikan harga jual rata-rata sebesar 20%. Jadi, kali ini pendapatan Apple naik karena menjual dengan harga lebih mahal, bukan karena menjual lebih banyak.

Masalahnya, kenaikan harga kali ini bukan sepenuhnya keputusan Apple sendiri. Pusat data AI menyerap habis kapasitas produksi memori. JPMorgan memperkirakan harga DRAM naik lebih dari 400% dari awal 2024 hingga akhir tahun ini, sementara barang elektronik konsumen seperti ponsel hanya bisa mengantre dalam rantai pasokan. Sejumlah lembaga memperkirakan biaya komponen iPhone 18 Pro naik sekitar 38% dibanding tahun lalu, dengan porsi memori dalam total biaya perangkat melonjak dari sekitar 10% menjadi lebih dari 40%. Bahkan Mac dan iPad terpaksa naik harga 15%-25%.

⚠️Jadi malam ini, jangan hanya terpaku pada pendapatan—perhatikan margin kotor!!! Margin kotor bisnis layanan sudah lama berada di atas 70%, membantu menopang laba Apple secara keseluruhan. Namun, untuk perangkat keras, CFO sendiri mengakui bahwa biaya memori sudah menjadi beban nyata bagi margin kotor produk. Jika pendapatan naik 10%, tetapi margin kotor turun 1-2 poin persentase, sebagian besar tambahan dari kenaikan harga pada dasarnya akan habis dimakan biaya AI.

Yang lebih canggung lagi, AI Apple sendiri masih tertinggal. Siri versi baru menggunakan model Google Gemini, dan Apple juga harus membayar Google setiap tahun. Artinya, dalam gelombang AI ini, Apple harus membayar dua kali: sekali untuk memori, sekali untuk model AI.

Malam ini, yang benar-benar perlu diperhatikan hanya dua angka: apakah margin kotor produk bisa dipertahankan dan bagaimana proyeksi untuk kuartal Desember. Apakah Apple berhasil memanfaatkan daya penetapan harga di tengah gelombang AI, atau justru membayar "uang perlindungan" kepada AI? Jawabannya ada pada dua angka ini 📉