Ada seorang teman di grup yang bekerja sebagai programmer di Nanshan. Dua tahun lalu, dia pindah tinggal bersama ibunya, terutama untuk membantu mengasuh anak. Ibunya berusia awal enam puluhan, orang Jiangsu, dan sebelum pensiun bekerja selama separuh hidupnya di kantin kantor kelurahan—menyendok lauk dan nasi. Tangannya sangat terampil; siapa yang mendapat satu sendok lebih banyak atau lebih sedikit, dia ingat lebih jelas daripada buku pembukuan. Sepanjang hidupnya, dia tak pernah menyentuh saham. Uang pensiunnya pun selalu disimpan dalam deposito berjangka.

Pada paruh kedua tahun lalu, temanku sadar bahwa setiap hari setelah mengantar cucu perempuannya ke sekolah, ibunya duduk di balkon sambil menunduk mengetuk-ngetuk ponsel. Saat ditanya sedang apa, jawabnya, "Mencatat keuangan." Ketika ditanya mencatat apa, ibunya bilang sekelompok teman lama yang dikenalnya membuat grup WeChat, dan ada orang di sana yang mengajari mereka "menabung angka dengan uang receh". Saat itu temanku sedang lembur, jadi dia tak terlalu memperhatikan. Dia cuma berpesan agar ibunya jangan sembarangan menghamburkan uang.

Ternyata, Maret tahun ini ibunya tiba-tiba menyuruhnya mengajari cara menekan tombol "jual". Temanku tertegun. Setelah memeriksa riwayat transaksi, baru dia tahu bahwa selama setahun terakhir ibunya diam-diam membeli Bitcoin dan Ethereum beberapa kali, sedikit demi sedikit. Tiap kali hanya beberapa ribu sampai belasan ribu yuan, katanya memakai sisa uang belanja. Waktu belinya sama sekali tak masuk akal—pekan saat cucunya demam, hari ketika supermarket di bawah rumah memberi diskon 20%, atau sehari setelah cucu salah satu teman lamanya diterima di universitas dan keluarganya mengadakan jamuan.

Yang paling absurd, alasan ibunya menjual adalah, "Uangnya sudah cukup untuk membelikan piano baru buat cucu perempuan." Katanya, begitu melihat angkanya sudah sampai, uang yang sudah ada di tangan sebaiknya diamankan, sisanya biarkan saja dulu. Begitulah dia keluar-masuk pasar tanpa emosi sedikit pun.

Temanku bilang, dia sendiri sampai memantau grafik K-line begitu lama hingga tekanan matanya tinggi, tetapi pada akhirnya kalah dari kebiasaan ibunya yang membeli lalu langsung lupa. Ibunya masih "mencatat keuangan" di grup itu, tak sampai lima menit sehari.

Apa kalian pernah bertemu orang seperti ini—kelihatannya paling tak mungkin main kripto, tetapi ternyata lebih tenang daripada siapa pun?

#币圈故事 #OrangBiasa