#fomc会议 Analisis pergerakan pasar saham AS: The Fed menahan suku bunga, tetapi uang diam-diam beralih arah

Pada Rabu, tiga indeks utama tampak bergerak datar: Dow Jones naik 0,19%, Nasdaq naik 0,27%, dan S&P 500 naik 0,28%. Namun, di baliknya ada gejolak.

The Fed mempertahankan suku bunga di 3,75%-4%. Waller mengatakan inflasi masih terlalu tinggi, tetapi pasar langsung mulai bertaruh bahwa setelah Desember, suku bunga tidak akan bisa dinaikkan lagi. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 2 tahun turun 3 basis poin—tenor pendek lebih dulu melunak.

Respons berbagai aset terlihat jelas:
Kurva imbal hasil obligasi pemerintah AS makin curam, sementara imbal hasil tenor 10 tahun justru naik ke 5,03%; dolar melemah, emas nyaris ditutup tak berubah; minyak mentah WTI sempat melonjak sebelum turun kembali, lalu ditutup naik 1,6% di 101.52. Gejolak di Timur Tengah masih menopangnya.

Di tingkat sektor, saham memori dan cloud AI menjadi magnet bagi aliran dana. Laba SK Hynix melonjak tujuh kali lipat, mendorong sahamnya meroket 13%; SanDisk ikut naik lebih dari 7%. Pada hari investor Oracle, perusahaan itu menargetkan arus kas bebas setidaknya 30 miliar pada 2029, dan sahamnya melonjak 11%.

Namun, setelah pasar tutup, situasinya berubah. Microsoft naik, Google turun, dan kontrak berjangka Nasdaq langsung tertekan.

Uangnya belum keluar, tetapi ukurannya sudah berubah—sekadar bercerita soal AI tidak cukup; yang penting adalah siapa yang lebih dulu menghasilkan arus kas positif. Saat pasar dibuka hari ini, yang akan diperhatikan adalah apakah penurunan 10% saham Google akan menyeret seluruh sektor.$GOOGL $KORU $SOXL