Kami mengabadikan “seumur hidup” menjadi sebuah buku

Hari ini, kami resmi mengumumkan satu hal: layanan pembuatan memoar khusus untuk lansia kini telah tersedia.

Bagaimana caranya? Kami datang ke rumah dan menemani para lansia mengobrol. Tanpa daftar pertanyaan, tanpa bersikap kaku. Kami duduk seperti tetangga lama yang bertamu, mendengarkan mereka bercerita perlahan. Mereka tak perlu bisa menulis atau mengerti komputer—cukup bisa bercerita.

Jangan anggap remeh tiga kata “bisa bercerita” itu. Saat seorang lansia mengenang masa mudanya, ia bisa bercerita tentang bagaimana ia menyisihkan kupon jatah bahan pangan, di pabrik mana ia ditempatkan, bagaimana ia bertemu pasangan hidupnya, atau penyakit apa yang pernah diderita anaknya saat kecil. Anak-anak mereka mungkin belum pernah mendengar semua detail itu—bukan karena tak mau mendengarkan, tetapi karena biasanya tak ada yang duduk bersama mereka untuk mendengarkan dengan sungguh-sungguh, tanpa terganggu ponsel.

Layanan ini bukan hanya untuk orang yang “kaya raya”. Justru sebaliknya: semakin biasa kehidupan seseorang, semakin jarang ada yang mencatat kisahnya. Seorang buruh biasa, seorang ibu biasa, seorang lansia yang menghabiskan seluruh hidupnya di dapur dan mengurus anak—kisah mereka mungkin tak menggemparkan dunia, tetapi justru itulah perjalanan hidup yang sesungguhnya bagi kebanyakan orang Tiongkok. Yang kami lakukan adalah menggali perjalanan itu dari ingatan, lalu mengabadikannya di atas kertas.

Sejujurnya, tak ada romantisme teknologi canggih dalam hal ini, dan kami juga tak berniat membungkusnya dengan istilah muluk seperti “menyelamatkan kasih sayang keluarga”. Ini hanya sebuah niat sederhana: selagi mereka masih ada, abadikan kata-kata mereka. Suatu hari nanti, saat kamu membuka buku ini dan mendengar intonasi mereka, kamu akan merasa bahwa satu hal kecil yang seharusnya dilakukan dalam hidup ini telah kamu selesaikan.

Jika tertarik, silakan tinggalkan komentar atau kirim pesan pribadi.