Obligasi pemerintah AS yang masuk ke blockchain bukan lagi sekadar untuk disimpan dan ditransfer—kini aset tersebut bisa dijadikan agunan sekaligus tetap menghasilkan bunga. Bisnis ini perlahan beralih dari konsep ke tahap produksi.

Banyak obligasi pemerintah AS yang dimiliki lembaga keuangan tradisional menganggur dan tidak digunakan sebagai agunan. Riset Citi pada September menunjukkan bahwa 77% lembaga yang disurvei memperkirakan akan menggunakan suatu bentuk agunan tertokenisasi pada 2026, sementara sekitar 25% aset agunan menganggur dan tidak menghasilkan imbal hasil akibat hambatan operasional. Membawa obligasi pemerintah ke blockchain agar bisa sekaligus dijadikan agunan dan menghasilkan bunga merupakan salah satu penerapan paling nyata dalam sektor RWA (aset dunia nyata) belakangan ini.

Pada 27 Oktober, Lynq dan ZeroBeta menghubungkan mekanisme ini di AVAX: lembaga dapat menggunakan obligasi pemerintah AS tertokenisasi sebagai agunan untuk menjamin pinjaman dan sebagai margin transaksi aset digital. Dengan teknologi penguncian agunan dan perolehan bunga secara real-time dari Lynq, aset tetap menghasilkan bunga tanpa perlu dipindahkan keluar dari jaringan. Lynq dibangun bersama oleh Arca Labs, Tassat, dan tZERO, serta dioperasikan oleh tZERO Securities yang terdaftar di SEC. Aset yang dikustodikan platform ini telah melampaui 89 juta dolar AS, dengan lebih dari 40 lembaga yang terhubung. Awal bulan ini, BNY dan Citadel Securities juga menyelesaikan transaksi pembiayaan menggunakan obligasi pemerintah tertokenisasi.

Dari sekadar disimpan hingga dijadikan agunan yang menghasilkan bunga, obligasi pemerintah tertokenisasi mendorong kemajuan infrastruktur institusional di blockchain. Bagi blockchain publik seperti AVAX yang mendukung aplikasi keuangan patuh regulasi, hal yang benar-benar menarik bukanlah pergerakan harga jangka pendek, melainkan apakah jaringan ini mampu memenuhi kebutuhan modal tradisional akan aset on-chain yang dapat diaudit, menghasilkan bunga, dan dijadikan agunan. Apakah Anda yakin prospek agunan RWA ini cukup pasti, atau merasa bahwa adopsi blockchain oleh institusi masih sebatas tahap uji coba?