Jangan lagi bilang ETF ETH itu soal “institusi yang pelan-pelan menambah posisi”. Datanya jelas: uang sedang keluar.

Pada 26 Oktober, ETF spot BTC mencatat arus masuk bersih sebesar 110 juta dolar, seluruhnya diserap oleh IBIT milik BlackRock. Pada hari yang sama, ETF spot ETH mengalami arus keluar sebesar 88,58 juta dolar.
Pada 27 Oktober, BTC kembali mendapat arus masuk 176 juta (IBIT 151,5 juta, FBTC 24,5 juta), sementara ETH kembali mengalami arus keluar 60,2 juta. ETHA saja mencatat arus keluar sebesar 93,3 juta.

Dalam 30 hari terakhir, ETF ETH mencatat arus keluar kumulatif sekitar 1,31 miliar, kira-kira lima kali lipat arus keluar BTC pada periode yang sama, padahal kapitalisasi pasar ETH jauh lebih kecil.

Jadi, buat mereka yang setiap hari berteriak “ETH/BTC bakal berbalik arah”, coba jelaskan dulu: ETHA milik BlackRock sendiri sedang melepas aset, sementara di sisi BTC justru ada arus masuk. Penerbit yang sama, dua produk dengan arah yang sepenuhnya berlawanan. Ini bukan lagi soal sentimen, melainkan institusi yang menentukan alokasi—dan pilihan mereka bukan aset yang kalian pegang.

Yang lebih lucu, arus keluar ETHA sebesar 93,3 juta ternyata lebih besar daripada total arus keluar ETF ETH. Artinya, produk lain justru mencatat arus masuk bersih kecil sekitar 30 jutaan. Tapi para KOL hanya mengambil tangkapan layar “total arus keluar” atau “ada dana yang masuk”, sesuai kepentingan masing-masing.

Pandangan saya sederhana: sebelum arus dana ETF berhenti berdarah, anggap saja setiap reli ETH sebagai kesempatan untuk mengurangi posisi, bukan sinyal untuk membeli saat harga turun. Tunggu sampai ETHA mencatat arus masuk bersih selama beberapa hari berturut-turut, baru kita bicara lagi.

#ETH #ETF