Minyak mentah kembali menjadi sorotan. Kontrak berjangka Brent naik sekitar 1,4% menjadi $115.47 per barel pada Rabu, sementara WTI AS naik 1,4% menjadi $101.33 setelah kelompok Houthi Yaman mengklaim telah melancarkan serangan rudal terhadap kilang Ras Tanura milik Arab Saudi. Laporan serangan tersebut kembali memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan di salah satu kawasan penghasil minyak terpenting di dunia.

Bagi pasar minyak, pertanyaan yang lebih besar adalah apakah ketegangan geopolitik akan mengancam produksi dan ekspor secara nyata atau hanya menambah premi risiko pada harga. Dengan harga minyak mentah yang sudah tinggi, gangguan lebih lanjut dapat memperbesar kekhawatiran inflasi dan mempersulit prospek suku bunga Federal Reserve. Para pedagang mencermati perkembangan di Timur Tengah dengan saksama, sementara pasar menimbang risiko pasokan dan harapan akan kemajuan diplomatik.

Pertanyaan pasar: Bisakah Brent bertahan di atas $115, atau akankah meredanya ketegangan geopolitik memicu penurunan lagi?
$CL
$BZ