Musim laporan keuangan saham kali ini dijadikan sebuah kategori tempat orang bisa menebak dengan menggunakan poin.

Rasanya seperti menebak skor pertandingan dengan poin loyalitas supermarket: salah tebak tidak mengeluarkan uang, benar dapat ditukar dengan hadiah kecil. Poin yang dipertaruhkan nyaris tak terasa, jadi orang pun membuat prediksi dengan begitu saja.

Laporan keuangan lebih konkret daripada skor pertandingan. Saat diumumkan, hanya ada satu angka, dan kesalahan dalam logika tak bisa disembunyikan.

Hanya ada beberapa perusahaan yang populer, dan siapa pun bisa bilang optimistis. Namun, barulah ada sesuatu yang bisa diuji jika prediksi itu menyebut pendapatan, laba, atau proyeksi. Hanya menulis bahwa kita optimistis sama saja dengan tidak menulis apa-apa.

Yang benar-benar bernilai dari kategori ini bukanlah menebak dengan benar, melainkan menuliskan logika sebelum laporan keuangan diumumkan, lalu memeriksanya satu per satu setelahnya. Banyaknya poin itu urusan sekunder.

Poin adalah papan skor, bukan buku besar.

#MusimLaporanKeuanganSaham