Mahkamah Agung Thailand baru saja menetapkan status $BTC : bukan uang, tetapi “harta benda”. Merebutnya berarti melakukan perampokan. 🇹🇭

Kasusnya sendiri cukup serius:
1️⃣ Pada September 2022 di Koh Samui, seorang turis diancam oleh sekelompok orang di sebuah kafe dan dipaksa menukar 50.000 dolar AS (menurut perhitungan pengadilan sekitar 1,878 juta baht) menjadi 2.480801 $BTC , lalu mentransfernya
2️⃣ Pokok argumen banding terdakwa adalah: Bitcoin tidak bernilai dan tidak berwujud, jadi tidak dapat dianggap sebagai “harta benda milik orang lain”
3️⃣ Sidang pleno Mahkamah Agung menolak argumen tersebut: Bitcoin memiliki harga pasar, dapat ditukar dengan uang tunai, serta dapat dimiliki dan ditransfer. Karena itu, Bitcoin adalah harta benda dan unsur tindak pidana terhadap harta benda terpenuhi
4️⃣ Putusan nomor 4929/2569, hukuman 10 tahun dari pengadilan tingkat pertama tetap berlaku; pengadilan merilis ringkasan putusan pada 28 Oktober

Perhatikan batasannya: pengadilan juga mengutip sikap Bank Sentral Thailand bahwa mata uang kripto tetap bukan alat pembayaran yang sah. Jadi, ini bukan berarti “Thailand mengakui Bitcoin sebagai mata uang”. Jangan langsung bereaksi hanya karena membaca judul.

Pendapat saya:
Preseden seperti ini jauh lebih nyata daripada segunung white paper. Apakah suatu aset bisa dilindungi hukum pada dasarnya bergantung pada dua hal: apakah kasusnya bisa dilaporkan jika aset itu dicuri atau dirampas, dan apakah aset itu bisa dipulihkan. Kali ini Thailand memberikan jawaban yang jelas, dan ini merupakan preseden dari sidang pleno yang bisa dijadikan acuan oleh pengadilan tingkat bawah ke depannya.

Ada satu detail lain yang cukup ironis: menurut pengadilan, para perampok sengaja menukarkan uang itu ke BTC terlebih dahulu sebelum mentransfernya agar dana tersebut lebih sulit dilacak. Namun, catatan di blockchain justru menjadi salah satu bukti yang mendukung kesaksian korban.

Sekali lagi terbukti: blockchain bukan wilayah di luar hukum.

Sumber: Ringkasan putusan Mahkamah Agung Thailand (diulas oleh Bitcoin Addict), Crypto Briefing
Hanya untuk berbagi informasi, bukan merupakan saran investasi.