Kebanyakan orang hanya melihat pembaruan Gemini terbaru. Kisah sebenarnya dimulai bertahun-tahun sebelum peluncuran publik pertamanya.
Google menggabungkan Brain dan DeepMind pada 2023. Mereka menamai keluarga model baru itu Gemini karena artinya kembar dalam bahasa Latin. Nama tersebut juga mengacu pada program luar angkasa lama NASA yang menjembatani pengujian awal dengan misi yang lebih besar.

Pada 6 Desember 2023, Google mengumumkan Gemini 1.0 dalam tiga ukuran. Ultra untuk tugas berat, Pro untuk pekerjaan sehari-hari, dan Nano untuk ponsel. Sejak awal, model ini dirancang untuk memahami teks, gambar, audio, dan video secara bersamaan. Pada hari yang sama, Gemini mulai mendukung chatbot Bard.

Pada Februari 2024, Bard menjadi aplikasi Gemini. Google juga meluncurkan Gemini Advanced dengan model Ultra untuk pengguna berbayar. Aplikasi seluler baru hadir pada saat yang sama.
Tahun berikutnya membawa perubahan yang lebih besar. Gemini 1.5 menghadirkan jendela konteks satu juta token sehingga model dapat membaca dokumen yang sangat besar atau seluruh basis kode sekaligus. Versi-versi berikutnya menambahkan mode berpikir yang melakukan penalaran sebelum menjawab serta alat bawaan untuk agen.

Menjelang akhir 2026, keluarga ini mencapai Gemini 4 Argon. Kini Google merilis model yang lebih cepat untuk penggunaan sehari-hari dan model yang lebih tangguh untuk pemrograman, agen, dan tugas berdurasi panjang. Kesenjangan antara riset dan produk terus menyempit.
Saya mengikuti perubahan ini sebagai analis Web3. Kemajuan nyata terlihat dari apa yang benar-benar dapat dilakukan model, bukan sekadar nomor versinya.