Baru saja ada yang bertanya, kenapa banyak orang memberi sinyal beli untuk koin berkapitalisasi kecil? Apa mereka tidak takut kalau terlalu banyak orang ikut-ikutan lalu harganya jadi sulit naik?

Syarat sebuah koin menjadi koin liar bukanlah banyaknya sinyal beli, melainkan:

Kepemilikan token: Pertama, kepemilikannya harus terkonsentrasi. Koin dengan seluruh token beredar yang sulit dikendalikan hampir tidak mungkin menjadi koin liar, kecuali ada uang yang jumlahnya tak terbatas.
Masa akumulasi: Koin baru tidak membutuhkannya, meski sesekali ada juga koin baru yang menjadi koin liar. Koin lama membutuhkannya—sudah lama berada di harga tinggi dan tak ada yang masuk.
Modal market maker: Butuh uang untuk mengumpulkan token, membangun OI, dan mengendalikan harga.
Likuiditas: Ada koin yang memenuhi semua syarat di atas, tetapi tak ada yang memperdagangkannya. Artinya likuiditasnya tidak ada, sehingga mereka juga sulit menghasilkan uang.

Sinyal beli juga terbagi menjadi beberapa jenis.

Pertama, sinyal beli gratis secara sukarela.

Biasanya, koin itu sudah masuk daftar kenaikan tertinggi atau ramai dibicarakan. Kebanyakan orang memberi sinyal demi mendompleng trafik. Ada yang punya posisi, ada juga yang sama sekali tidak punya. Dari sudut pandang bandar, orang lain yang menyerukan posisi long maupun short—selama mereka mendatangkan volume, semuanya menjadi likuiditas. Tak peduli posisi long atau short, begitu harga bergerak naik-turun sebentar, semuanya masuk ke kantong bandar.

Jenis lainnya adalah sinyal beli berbayar.

Sekarang kasus seperti ini sudah jarang, karena bandar tidak membutuhkannya. Cukup dengan menaikkan harga, orang-orang akan masuk. Jika harga ternyata tidak banyak naik, tetapi banyak orang serentak memberi sinyal beli, kemungkinan besar mereka sedang mencari orang yang mau menjadi pembeli di harga puncak.