Saat pasar paling tenang, biasanya justru saat paling banyak orang tak tahan untuk bertindak.

Menatap layar sambil menunggu sinyal dan benar-benar menunggu sampai sinyal muncul adalah dua hal berbeda. Banyak orang rugi bukan karena salah menilai, melainkan karena salah mengatur tempo. Mereka sebenarnya sudah membaca arah dengan benar, tetapi keluar di saat yang tidak tepat atau terburu-buru saat seharusnya menunggu.

Trader berpengalaman punya kebiasaan: menuliskan rencana, lalu menjauh sejenak dari layar. Gejolak di luar rencana biasanya hanya untuk menyingkirkan mereka yang ragu-ragu, bukan untuk mengubah pandanganmu.

Harga bisa kembali, tetapi tempo tidak. Menjaga ritmemu sendiri lebih berharga daripada sekali saja menebak arah dengan benar.