#cangoogledefinditscore
🚨🟰 Jawaban saya: Google memiliki pembelaan yang meyakinkan atas bisnis Penelusurannya, tetapi AI harus memperkuat ekonomi periklanannya—bukan sekadar menghasilkan lebih banyak kueri.

Alphabet melaporkan hasil Q3 pada 28 Oktober.
Kuartal lalu, pendapatan Google Search dan Lainnya tumbuh 17% menjadi $63.3B, sementara pendapatan Google Cloud melonjak 82% menjadi $24.8B.

Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa investasi AI Google tidak menghambat pertumbuhan bisnis intinya. Perusahaan juga menyatakan bahwa fitur AI-nya mendorong penambahan kueri Penelusuran.

Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan.
Analis memperkirakan pertumbuhan pendapatan Search akan melambat menjadi 14.7% pada kuartal ini, sementara pertumbuhan Google Cloud diperkirakan meningkat menjadi 95.1%.

Sementara itu, Alphabet menaikkan proyeksi belanja modal 2026 menjadi $195B–$205B. Pada Q2, belanja modal mencapai $44.9B, sehingga arus kas bebas tercatat negatif $5.9B.

Peningkatan penggunaan AI merupakan pertanda baik, tetapi tidak serta-merta berarti pendapatan iklan per kueri akan lebih tinggi atau investasi infrastruktur akan menghasilkan imbal balik yang memadai.

Pandangan saya: Jangkauan distribusi Google, bisnis Search, dan operasional Cloud yang terus berkembang memberinya pembelaan yang meyakinkan. Namun, hasil kuartal ini harus menunjukkan bahwa AI memperkuat ekonomi bisnis intinya, bukan sekadar meningkatkan penggunaan dan biaya.

Untuk Binance Pick, saya cenderung memperkirakan hasil pendapatan akan melampaui ekspektasi, dengan prospek yang optimistis secara hati-hati jika Search tetap tangguh dan pertumbuhan Cloud menghasilkan imbal balik yang berkelanjutan.

Apakah Anda menilai strategi AI Google berdasarkan kemampuannya mempertahankan bisnis Search—atau berdasarkan seberapa besar laba yang bisa dihasilkannya dari AI di luar iklan penelusuran tradisional?

Ini bukan nasihat keuangan.
$GOOGL $GOOGLB
#CanGoogleDefindItsCore #CanMicrosoftDeliverOnAI #EarningsSeason #FOMCWatch